Dikarantina di Kapal Pesiar Jepang, WNI Masih Kerja, Minta Cairan Penolak Masuk Angin dan Mie Instan

Warga negara Indonesia yang masih berada dalam kapal pesiar Jepang Diamond Princess, sampai saat ini belum ada yang terinfeksi virus corona.

Dikarantina di Kapal Pesiar Jepang, WNI Masih Kerja, Minta Cairan Penolak Masuk Angin dan Mie Instan
EPA-EFE/FRANCK ROBICHON
Diamond Princess cruise ship at the Daikoku Pier Cruise Terminal in Yokohama, south of Tokyo, Japan, 07 February 2020. Japans health ministry announced that 41 more people onboard have tested positive for the novel coronavirus, raising the total number to 61. The virus, which originated in the Chinese city of Wuhan, has so far killed at least 638 people and infected over 31,000 others, mostly in China. 

TRIBUNJABAR.ID, TOKYO - Warga negara Indonesia yang masih berada dalam kapal pesiar Jepang Diamond Princess, sampai saat ini belum ada yang terinfeksi virus corona.

Tetapi mereka masih harus menjalani karantina.

Meski belum ada yang terinfeksi virus corona, tetapi mereka tetap khawatir akan beberapa hal.

Sasa, salah satu warga Indonesia yang bekerja sebagai kru di Diamond Princess awalnya ragu menceritakan kondisi di dalam kapal.

"Mohon maaf, Sasa belum bisa memberikan informasi karena masa karantina kami belum selesai," ujarnya dilansir ABC Indonesia Jumat (14/2/2020).

Tidak Terdeteksi Positif Virus Corona, 78 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Tetap Dikarantina

Meski begitu, dia bersedia mengisahkan pengalamannya di mana dia tetap bekerja seperti biasa meski di tengah karantina virus corona.

Dia menuturkan para penumpang tidak diperbolehkan untuk keluar kamar, kecuali jika kamar mereka tidak mempunyai jendela.

Meskipun diperbolehkan untuk ke luar kamar, Sasa yang bekerja di bagian restoran kapal pesiar mengatakan, ada batas waktu bagi mereka.

Sasa menuturkan, dia terbiasa bekerja dengan melayani pesanan penumpang melalui telepon, dan mengantarkan makanan mereka ke kamar.

Karena itulah, dia mengaku khawatir dengan kesehatannya.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved