Longsor di Bandung Barat

Khawatir Longsor Susulan, BPBD KBB Warga Jauhi Lokasi Longsor di Kampung Hegarmanah

Imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB lantaran khawatir akan terjadi longsor susulan.

Khawatir Longsor Susulan, BPBD KBB Warga Jauhi Lokasi Longsor di Kampung Hegarmanah
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas BPBD KBB saat meninjau lokasi longsor di Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Warga Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat diminta untuk tidak beraktivitas di lokasi longsor.

Hingga hari ini, Kamis (13/2/2020), lokasi longsor di Kampung Hegarmanah masih menyisakan gundukan tanah.

Imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB lantaran khawatir akan terjadi longsor susulan. BPBD pun masih menunggu hasil kajian.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (13/2/2020), di sekitar lokasi kejadian atau area persawahan yang tertimbun longsor saat ini sudah dipasang garis polisi. Warga dilarang untuk mendekat ke lokasi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) terkait longsor tersebut.

Longsor Tebing Tol Purbaleunyi Menyisakan Kerugian Bagi Petani, Bupati akan Bertemu Jasa Marga

Bupati KBB Minta Jasa Marga Segera Tangani Longsor yang Menerjang Kampung Hegarmanah

"Mudah mudahan (kajian) tidak lama. Tim geologi sudah melakukan penelitian dan kajian. Jadi kita tunggu hasil itu. Kalau lebih cepat lebih baik," ujarnya saat ditemui di lokasi longsor.

Sejauh ini, pihaknya belum bisa memutuskan, apakah lokasi longsor itu aman atau tidak untuk ditempati atau digunakan beraktivitas bagi warga sekitar.

"Setelah ada hasil kajian dari PVMBG, kami baru bisa memberikan rekomendasi. Tapi itu pun jika sudah dilakukan pembenahan seperti pembersihan material longsor dan lain-lainnya," kata Duddy.

Menurutnya, jika melihat kondisi titik longsor, memang sudah seharusnya warga di relokasi, tetapi langkah tersebut belum bisa dijadikan pilihan dalam waktu dekat ini.

"Jadi kami mengimbau untuk sementara waktu, warga untuk tidak dulu melakukan aktivitas di rumah yang terdampak sambil kita menunggu kajian geologi," katanya.

Namun, ketika kondisinya sudah aman, lanjut Diddy, warga bisa untuk kembali lagi berkativitas seperti biasanya, termasuk bercocok tanam di area persawahan tersebut.

"Ke depan mungkin kita perlu langkah-langkah untuk merelokasi mereka, yang di upayakan dari Pemda," ucap Duddy.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved