VIDEO Antre SIM Jam Enam Pagi, Dua Gerai SIM Tutup Berbulan-bulan

Para pemohon perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) di Kota Bandung terpaksa harus mengantre sejak pagi-pagi sekali di gerai pelayanan SIM online

BANDUNG, TRIBUN - Para pemohon perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) di Kota Bandung terpaksa harus mengantre sejak pagi-pagi sekali di gerai pelayanan SIM online di Mal Festival Citylink, Jalan Peta Nomor 241 Kota Bandung. Meski operasional gerai SIM baru dimulai pukul 10.00, pendaftaran di basement mal tersebut sudah dimulai sejak pukul 06.00. Demi mendapatkan nomor antrean pertama, tak jarang para pemohon bahkan sudah berada di basement mal sejak sebelum pukul 06.00

Membludaknya antrean gerai SIM online Citylink terjadi dua gerai SIM online lainnya yakni di Bandung Trade Center (BTC) Jalan Djundjunan dan di Pasar Modern Batununggal berhenti beroperasi beberapa bulan lalu. Sejak itu, ratusan pemohon memilih mengurus perpanjangan SIM-nya di gerai SIM Citylink. Para pemohon tak lagi mengurus perpanjangan SIM A dan SIM C-nya di Mapolrestabes karena Mapolrestabes tak lagi melayani perpanjangan SIM A dan C. Saat yang sama, layanan SIM keliling juga kerap tak jadi pilihan, bukan saja karena lokasinya yang selalu berubah setiap harinya, tapi juga karena di lokasi SIM keliling pun para pemohon harus antre sejak pagi-pagi sekali. Di areal SIM keliling, pendaftaran bahkan sering kali sudah ditutup sejak pukul 10.00 pagi. Bahkan, jika kebetulan pemohonnya banyak sekali, pendaftaran sudah ditutup sejak pukul 09.00.
Ditemui saat mengantre SIM di Mal Citilink, pekan lalu, Sintya Ningrum (28), warga Jalan Sukajadi, Bandung, mengaku sudah mengantre di lantai dua basement mal tersebut sejak pukul 06.00. Usahanya tak sia-sia. Sintya mendapat nomor urut tiga.

Setelah selesai mengisi daftar antrean pelayanan di basement, Sintya mengaku pergi sejenak untuk memfotokopi KTP-el dan sambil sarapan di warung nasi terdekat. Usai sarapan, Sintya mengaku buru-buru kembali ke basement karena khawatir petugas sudah mengabsen namanya. Sebab jika panggilan itu sampai terlewat, petugas akan langsung mencoretnya dan Sintya harus membali mendaftar dari awal. Saat Sintya kembali pukul 08.00, antrean di basement sudah mengular. Pada pukul 08.30, aftar antrean mencapai nomor urutan ke-55.
"Saya sebelumnya dapat info dari teman, katanya gerai SIM online di BTC lagi gangguan jaringan dan diarahkan ke sini. Karena jadwal pelayanan baru mulai jam sepuluh dan peminat pelayanan seperti ini biasanya membludak, jadi saya datang sepagi mungkin untuk dapat nomor awal biar cepat datang dan cepat juga pulangnya," ujar Sintya.

Hal senada juga diungkapkan, Priatna (35), warga Cibaduyut, yang hari itu juga mengantre untuk perpanjangan SIM di basement Mal Festival Citylink. Ia mengaku sudah antre di basement sejak pukul 06.15. Ia kebagian nomor urut 7.

"Saya berangkat dari rumah sekitar pukul setengah enam, sengaja ke sini dulu, berharap dapat nomor satu, karena harus kembali kerja. Tapi pas sampai di sini ternyata udah ada orang lain yang ngisi daftar, ya mau bagaimana lagi. SIM saya habis tanggal 12, kalau enggak diurus sekarang , malah enggak ada waktu lagi," ujar Priatnya.

Jujun Junaedi, petugas keamanan mal, yang juga memegang daftar antrean pemohon perpanjangan SIM di Mal Festival Citylink, mengatakan sekalipun pelayanan perpanjangan SIM baru dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 15.00, antrean pengunjung sudah menular sejak pukul 08.00. Menurutnya, membludaknya pemohon seperti ini bukan disebabkan oleh adanya gangguan di beberapa gerai SIM online.
"Tapi tiap harinya memang ramai begini, apalagi setiap awal bulan," ujarnya.
Di gerai SIM Festival Citylink, kata Jujun, kuota pemohon perpanjangan SIM dibatasi hanya 150 setiap harinya.  "Tapi kalau di luar itu masih ada dan sudah mengisi daftar urutan, tetap akan dilayani oleh petugas di dalam," katanya.

Selain mendaftar, kata Jujun, para pemohon harus menunjukkan KTP dan SIM asli serta memberikan lembaran fotokopi keduanya. Setelah itu, pemohon harus menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan guna mendapatkan surat keterangan sehat. Jika dinyatakan sehat, para pemohon harus kembali antre menunggu panggilan untuk menuju loket 1 atau loket pendaftaran untuk menyerahkan beberapa dokumen, meliputi surat tanda sehat hasil pemeriksaan, KTP dan SIM asli juga fotokopi keduanya.
Selesai itu, pemohon harus kembali menunggu panggilan untuk menuju loket 2 atau loket pembayaran. Di sini pemohon harus membayar biaya perpanjangan SIM dan biaya tes kesehatan serta asuransi. Total biaya yang harus dikeluarhan untuk SIM A Rp 170 ribu, sementara untuk SIM C Rp 165 ribu. Itu sudah termasuk biaya pemeriksaan kesehatan dan asuransi.

Setelah membayar, pemohon akan kembali kembali dipanggil menuju loket 3 dan mengisi formulir persetujuan mengikuti asuransi perlindungan keselamatan. Formulir kemudian dikembalikan ke loket 5.
Di loket 5, petugas memeriksa kesesuaian identitas yang diisikan di formulir dengan identitas di KTP. Baru setelah terkonfirmasi, pemohon akan menjalani sesi foto, pengambilan cap jempol dan tanda tangan, dan tinggal menunggu pemanggilan dari petugas di loket 6 untuk pengambilan SIM.

Lihat Instagram
Tak hanya di gerai SIM Festival Citylink, antrean juga terlihat di lokasi layanan SIM keliling di halaman kompleks Metro Indah Mall (MIM), Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Senin (10/2). Ratusan pemohon perpanjang SIM membludak dan telah mengantre tepat di pintu Mediterania dari MIM. Mereka langsung menyemut begitu mobil layanan tiba.

Nunu, petugas mobil SIM Keliling Online 2, mengatakan ramainya pemohon perpanjangan SIM di MIM sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, atau sejak dua gerai SIM online di Batununggal dan BTC tidak beroperasi.
"Ya, memang sejak tidak beroperasinya dua gerai itu, pemohon membludak ke SIM Kelilimh MIM. Dulu, waktu kedua gerai itu masih beroperasi, enggak seramai ini, biasa saja," ujarnya saat ditemui di halaman MIM.
Nunu mengatakan untuk pelayanan SIM keliling ini, kuota layanan dibatasi hanya 150 formulir pemohon per hari. Waktu layananan dimulai pukul 09.00 hingga pemohon terakhir.

"Kalau mau masih kebagian formulir, sebaiknya datang paling pagi, karena biasanya orang yang dapat nomor urut pertama datang sebelum jam tujuh," ujarnya.

Ia mengatakan, ada dua mobil SIM keliling yang beroperasi setiap hari dengan lokasi yang selalu berbeda. "Itu sebabnya, pemohon juga harus baca jadwalnya di IG restabesbgd1," kata Nunu. (cipta permana)

Penulis: Cipta Pemana
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Cipta Permana
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved