Longsor di Bandung Barat

Rumah Hancur karena Longsor, Ajang Sedikit Lega, Uang Rp 10 Juta untuk Pernikahan Anaknya Ditemukan

Rumah sederhana milik dia yang berukuran 4X6 meter rata dengan tanah di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat

Rumah Hancur karena Longsor, Ajang Sedikit Lega, Uang Rp 10 Juta untuk Pernikahan Anaknya Ditemukan
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ajang (50) menjadi korban paling parah akibat dahsyatnya longsor yang menerjang Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Ajang (50) menjadi korban paling parah akibat dahsyatnya longsor yang menerjang Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (11/2/2020).

Rumah sederhana milik dia yang berukuran 4X6 meter rata dengan tanah dan barang-barangnya tidak ada yang bisa terselamatkan sehingga saat ini Ajang harus mengungsi ke rumah saudaranya.

Pantauan Tribun Jabar, Rabu (12/2/2020) di lokasi asal rumah Ajang dibangun, saat ini hanya terdapat gundukan tanah bercampur puing-puing bangunan dan reruntuhan pohon.

Di lokasi tersebut sama sekali tidak terlihat bekas bangunan rumah. Saat itu, Ajang dibantu oleh polisi dan petugas BPBD KBB tengah mencari barang-barang berharga yang sudah tertimbun longsor.

Kesedihan Ajang sedikit terobati setelah petugas menemukan uang Rp 10 juta dari kaleng bekas makanan. Uang tersebut merupakan hasil tabungan untuk digunakan biaya pernikahan anak laki-lakinya.

Ini Penampakan Dahsyatnya Longsor yang Menerjang Kampung Hegarmanah KBB

Detik-detik Longsor di Hegarmanah KBB, Warga Dengar Suara Gemuruh Saat Malam

"Uang Rp 10 juta itu sempat tertimbun dalam bekas kaleng itu akan digunakan untuk pernikahan anak pertamanya. Saya lagi ngumpul-ngumpul uang," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara rumah yang sudah ambruk dan berada di area pesawahan itu baru dibangunnya setahun lalu dengan modal Rp 20 juta. Lahan seluas 4 tumbak itu pun dibeli dengan harga Rp 5 juta per meter.

"Sementara ini saya dan keluarga mengungsi sementara di rumah saudara. Semoga bisa segera ada bantuan," ujarnya.

Saat ini, dia hanya bekerja sebagai tukang ojek sehingga jika hanya mengandalkan penghasilannya, butuh waktu lama untuk membangun kembali rumahnya itu.

Ia mengatakan, sebagai tukang ojek penghasilan hanya Rp 80 ribu per hari, itu pun biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah sama Jasa Marga. Soalnya saya udah enggak punya apa-apa lagi," kata Ajang.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved