Murid Kelas I dan IV SD Cigorowong 3 Kabupaten Tasikmalaya Terpaksa Belajar di Tenda

KBM di dalam tenda, terpaksa dilakukan murid kelas I dan IV SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 12/2/2020

Murid Kelas I dan IV SD Cigorowong 3 Kabupaten Tasikmalaya Terpaksa Belajar di Tenda
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sejumlah murid kelas I dan IV SD Cigorowong 3 mengaku senang belajar di tenda, Rabu (12/2/2020). Tapi ada pula yang mengeluh. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam tenda, terpaksa dilakukan murid kelas I dan IV SD Cigorowong 3, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020).

Mereka belajar di dalam tenda yang disediakan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, karena empat ruang kelas tak bisa digunakan. Dua ruang hampir ambruk dan kini disangga tiang-tiang bambu. Dua lagi atapnya bolong-bolong setelah tertimpa pohon tumbang.

Sejumlah murid mengungkapkan suka dan duka belajar di tenda, Rabu (12/2). Ada yang mengaku lega karena tak dihantui kelas ambruk. Namun ada pula yang mengeluh karena belajar di dalam tenda, selain ada angin juga panas.

Puluhan Murid di SD Cigorowong 3 Tasikmalaya, Belajar di Tenda

Yora Hayatul (7), murid kelas I, mengaku tidak nyaman belajar di dalam tenda. Selain kerap ada tiupan angin kencang karena bagian samping yenda terbuka, juga kalau tak ada angin malah panas.

"Enak di dalam kelas. Tidak ada angin dan panas. Belajar lebih tenang di dalam kelas," ujar Yora. Namun begitu, ia tetap berupaya agar bisa belajar dengan baik.

Sementara murid lainnya malah mengaku senang belajar di dalam tenda. "Suka ada angin, segar. Ruangannya juga besar," kata Faisal (10), murid kelas IV.

Namun begitu, Faisal mengaku khawatir jika saat belajar turun hujan.

Antisipasi Pengamanan KBM di SD Cigorowong 3, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Tenda Besar

Karena menurut sepengetahuan dirinya, lapang sekolah tempat tenda dibangun suka banjir jika hujan lebat turun.

"Mudah-mudahan saat belajar tidak ada hujan. Kalau di sini biasanya hujan turun siang atau sore," kata Faisal.

Kepala SD Cigorowong 3, Ahmad Daryono, mengatakan, empat ruangan kelas saat ini dikosongkan. Dua kelas yang masih utuh kini digunakan untuk kelas II, III, V dan VI.

"Setiap kelas kami bagi dua dengan memasang sekat darurat. Kebetulan jumlah murid masing-masing kelas tidak terlalu banyak. Tapi karena jumlah kursi dan meja terbatas, terpaksa ada yang belajar di lantai beralaskan karpet," kata Ahmad. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved