Larang Siswa Rayakan Hari Valentine, Disdik Kota Bandung: Tidak Ada di Budaya Kita

Dinas Pendidikan Kota Bandung (Disdik) mengeluarkan surat edaran melarang siswa-siswi sekolah merayakan Hari Valentine pada 14 Februari 2020.

Larang Siswa Rayakan Hari Valentine, Disdik Kota Bandung: Tidak Ada di Budaya Kita
Pixabay
ilustrasi Hari Valentine 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Kota Bandung (Disdik) mengeluarkan surat edaran melarang siswa-siswi sekolah merayakan Hari Valentine pada 14 Februari 2020.

Surat larangan itu sudah disebarkan ke setiap sekolah sejak 10 Februari 2020, semua siswa-siswi mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilarang ikut merayakan Valentine atau hari kasih sayang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra, mengatakan bahwa larangan tersebut sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Larangan itu sebagai bentuk antisipasi kepada siswa agar tidak melakukan hal-hal yang tidak patut saat hari Valentine.

Begini Proses hingga 3 Pelaku Curanmor Disergap Polres Majalengka, Aksi Malingnya Kilat Banget

Selain itu, kata Cucu, siswa SD dan SMP masih harus diawasi oleh orang tua maupun pihak sekolah lantaran masih dalam masa pencarian jati diri.

Apa lagi, Valentine menurut dia, tidak sesuai dengan norma dan kebudayaan di Indonesia.

"Itu (hari Valentine) tidak ada di budaya kita dan bahkan tidak sesuai dengan norma-norma agama," ujar Cucu, saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Jika ada siswa yang melanggar, kata Cucu, pihaknya hanya akan memberikan sanksi berupa imbauan atau ajakan.

Cucu berharap pihak sekolah dapat mengingatkan anak didiknya agar tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine.

"Sanksi pendidikan itu lebih pada tataran edukasi lebih ke ajakan persuasif ajak imbau ingatkan. Kalimat larangan hanya penguatan agar tiap sekolah lebih memiliki keseriusan untuk antisipasi hal itu," katanya.

Surat edaran tersebut, ujar Cucu, sudah disebar ke sekitar 400 SD negeri maupun swasta serta 300-an SMP negeri maupun swasta di Kota Bandung.

"Surat dibuat untuk SD dan SMP negeri dan swasta di Kota Bandung," ucapnya.

Gara-gara Kasus Narkoba, Nama Asli Lucinta Luna Terkuak, Padahal Baru Pamer Jenis Kelamin di Paspor

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved