Iwa Karniwa Mengaku Tidak Bersalah karena Sudah Bekerja Sesuai Aturan

Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa, terdakwa dugaan suap Rp 900 juta untuk memuluskan pengesahan

Iwa Karniwa Mengaku Tidak Bersalah karena Sudah Bekerja Sesuai Aturan
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sekretaris Daerah Jabar non aktif, Iwa Karniwa, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa, terdakwa dugaan suap Rp 900 juta untuk memuluskan pengesahan persetujuan substansi Raperda RDTR Pemkab Bekasi, merasa tidak bersalah atas kasus yang menjeratnya.

"Saya merasa tidak bersalah," ujar Iwa saat diperiksa di muka persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (12/2/2020).

Pada persidangan itu, Iwa menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa, setelah sebelumnya mengagendakan pemeriksaan saksi. Persidangan selanjutnya, jaksa akan membacakan tuntutannya pada 24 Februari 2020.

Ketua Majelis Hakim yang memimpin dan memeriksa, Daryanto menanyakan ihwal kenapa Iwa merasa tidak bersalah.

Bantuan bagi Warga Miskin Naik Rp 40 Ribu, Penerima di Cianjur: Masih Ada yang Tak Sesuai

"Saya tidak menyesal dan tidak merasa bersalah karena dalam kasus ini saya sudah menjalankan tugas saya dengan baik dan dengan hati-hati sesuai aturan undang-undang," ujar Iwa yang mengaku sudah jadi PNS sejak 1985 ini.

Iwa terseret pusaran kasus suap Meikarta saat persidangan suap Meikarta melibatkan sembilan terdakwa, baik pemberi maupun penerima suap.

"Saya sedang disibukkan dengan kegiatan sebagai Sekda Jabar, tiba-tiba tersandung kasus ini. Tentu saja saya kaget karena tidak sepeserpun saya menerima apapun," ucap dia.

Saat ini, ia menjabat Sekda Jabar non aktif. Ia masih menerima gaji sehingga kebutuhan ekonomi keluarga masih ditopang dari gaji tersebut. Meskipun, sejumlah rekening miliknya disita KPK.

Pemain yang Dikabarkan Diincar Persib Bandung Akhirnya Gabung PSS Sleman

"Untuk kebutuhan ekonomi keluarga masih ada dari gaji," ujar dia. ‎Saat ditanya soal ia merasa dijebak atau namanya dicatut pihak lain, ia tidak berkomentar tegas.

"Saya ikuti saja proses sidangnya," ucap Iwa.

Di persidangan, Iwa membantah meminta atau menerima uang dari Henry Lincoln dan Neneng Rahmi selaku Sekretaris dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, untuk mengurus Raperda RDTR yang di dalamnya mengakomodir ‎proyek Meikarta.

"Saya memang bertemu dengan Henry Lincoln, Neneng Rahmi Nurlaili, Waras Wasisto hingga Soleman di KM 72 Rest Area Tol Cipularang. Disana Henry dan Neneng meminta bantuan terkait pengesahan raperda. Tapi di pertemuan itu saya sama sekali tidak meminta apapun," ujar dia.

Iwa didakwa menerima uang Rp 900 juta. Uang diberikan secara bertahap melibatkan sejumlah orang dan digunakan membeli spanduk dan banner terkait pencalonannya di Pilgub Jabar.

"Saya mendapat laporan lisan dari pak Waras bahwa saya dibikinkan spanduk dan banner. Berdasarkan informasi lisan dari pak Waras, sumber dananya dari bu Neneng Rahmi Nurlaili dan menurut informasi pak Waras juga, itu (spanduk) berkait‎an dengan pengurusan persetujuan Raperda RDTR," ucapnya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved