Dihantui Berbagai Hoaks Virus Corona, Masyarakat Diminta Perhatikan Hewan Eksotis dari Luar Negeri

Ketua Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin dr. Yovita Hartantri, SpPD-KPTI, mengatakan masyarakat lebih tenang dalam menghadapi virus corona

Dihantui Berbagai Hoaks Virus Corona, Masyarakat Diminta Perhatikan Hewan Eksotis dari Luar Negeri
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS dr. Anggraeni Alam, Sp.A(K). 

Memang selama ini yang masih dipantau dan masih dikaji adalah kemungkinan penularan lewat makanan berbahan hewan hidup.

Karena virus ini diduga berasal dari kelelawar, makanya distribusi hewan lain seperti ular atau trenggiling, dan hewan lainnya, masih dibatasi.

Dinkes Kabupaten Cirebon Koordinasikan Rencana Kedatangan WNA Asal Hubei China ke Yogyakarta

Termasuk, katanya, kebijakan pemerintah menghentikan sementara impor bawang putih dari Cina. Hal ini tentunya sesuai dengan perhitungan matang bersama WHO.

Anggraeni mengatakan berbagai hoaks yang tidak masuk akal malah menutupi hal yang sebenarnya jauh lebih penting untuk diperhatikan masyarakat. Yakni, masuknya hewan eksotik atau hewan langka ke Indonesia.

"Kami minta masyarakat waspada terhadap jual beli atau masuknya hewan eksotik atau hewan langka yang datang dari luar Indonesia, itu harus jauh lebih menjadi perhatian dibandingkan kabar tentang bawang putih, pakaian, atau handphone. Jangan mengaburkan sesuatu yang penting dengan banyak hal yang tidak penting ini," ujarnya.

Anggraeni mencontohkan, hewan-hewan eksotis atau langka seperti beruang, ular, burung, dan peliharaan-peliharaan lain dari luar negeri, walau jumlahnya bisa dihitung jari, harus jauh lebih diperhatikan dibandingkan dengan komoditas-komoditas yang datang dalam jumlah banyak.

"Kalau kita sebagai tenaga kesehatan ini malah lebih concern terhadap kedatangan hewan-hewan langka, hewan eksotik yang keluar-masuknya kadang-kadang luput dari perhatian," katanya.

Anggraeni meminta masyarakat tidak melakukan jual-beli hewan dari luar negeri ini sementara waktu. Kalaupun sudah terjadi, diminta untuk memeriksakan hewan peliharaannya tersebut atau dikarantina terlebih dulu. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved