Dihantui Berbagai Hoaks Virus Corona, Masyarakat Diminta Perhatikan Hewan Eksotis dari Luar Negeri

Ketua Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin dr. Yovita Hartantri, SpPD-KPTI, mengatakan masyarakat lebih tenang dalam menghadapi virus corona

Dihantui Berbagai Hoaks Virus Corona, Masyarakat Diminta Perhatikan Hewan Eksotis dari Luar Negeri
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS dr. Anggraeni Alam, Sp.A(K). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selain membuat resah, banyaknya hoaks mengenai penyebaran virus corona atau Covid-19 yang beredar di tengah masyarakat membuat fakta-fakta penting mengenai virus yang berasal dari Wuhan, Cina, ini tertutupi. Padahal seharusnya, masyarakat lebih waspada terhadap hal-hal mengenai Covid-19 yang selama ini diabaikan.

Ketua Tim Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin dr. Yovita Hartantri, SpPD-KPTI, mengatakan memang saat ini masyarakat lebih tenang dalam menghadapi virus tersebut.

Walau belum ditemukan kasus di Indonesia, masyarakat bersama pemerintah pun sekarang lebih siaga menghadapi ancaman virus tersebut.

Tujuh Pasien Suspect Corona yang Dirawat di Jabar Setelah Diteliti Ternyata Negatif

"Kelihatannya sekarang lebih tenang, setelah waktu di awal Januari yang ramai itu yang karena banyak hoaks, lalu sempat ditenangkan. Mungkin sekarang lebih tenang karena sudah banyak sosialisasi," ujarnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Rabu (12/2/2020).

Walau demikian, katanya, bukan berarti pemerintah diam. Bahkan RSHS sebagai rumah sakit rujukan penyakit infeksi ini setiap hari secara rutin terus membahas perkembangan kasus ini dan mengevaluasi tahapan-tahapan penanganannya.

Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS dr. Anggraeni Alam, Sp.A(K), mengatakan memang selama ini banyak kekhawatiran masyarakat yang disebabkan berbagai hoaks yang tidak masuk akal. Seperti kabar mengenai penyebaran virus melalui ponsel atau tatapan mata.

Ridwan Kamil dan RSHS Pastikan Kesiapan Jabar Hadapi Virus Corona, Tunggu Kabar dari Natuna

Bahkan beberapa kabar menyatakan penyakit ini menular melalui pakaian impor baru atau impor bekas, bahan makanan, handphone, sampai paket-paket barang dagangan.

Padahal sesuai dengan pengumuman WHO, virus ini dapat menular melalui percikan ludah atau cairan tubuh pasien positif corona, dan dapat bertahan sampai 24 jam di permukaan benda lainnya.

"Di permukaan dia ini, 24 jam dia kemungkinan waktu bertahannya. Berarti sudah diekstensi. Artinya selama ini kekhawatiran berlebih bahwa penyakit ini menular melalui handphone atau pakaian, itu tidak benar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved