Belasan Murid SD Asyik Berenang, Setelah Bubar Baru Sadar Seorang Tertinggal, Sudah Jadi Mayat

Belasan perempuan murid SD Cibeber, Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

Belasan Murid SD Asyik Berenang, Setelah Bubar Baru Sadar Seorang Tertinggal, Sudah Jadi Mayat
tribunjabar/firman suryaman
Inilah tempat berenang 14 murid perempuan SD Cibeber, Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, di Sungai Cikembang, Blok Kampung Bongas, Cibeber. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Belasan perempuan murid SD Cibeber, Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, berenang di Sungai Cikembang, betulan Kampung Bongas, Cibeber, sepulang sekolah, Rabu (12/2/2020).

Usai berenang mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka tak menyadari salah seorang teman mereka, Siti Aisyah (12), tenggelam dan akhirnya tak terselamatkan hingga jasadnya terapung di lokasi.

Seorang buruh tani, Sumarna (60), warga setempat, yang tengah bekerja, merasa curiga ketika anak-anak pergi ternyata masih ada baju seragam yang tertinggal. Merasa penasaran ia kemudian mendekat.

"Pak Sumarna terkejut di tengah sungai yang airnya tak mengalir seperti ada tubuh manusia mengambang. Setelah didekati ternyata tubuh Siti yang sudah tak bernyawa lagi," kata Danramil Manonjaya, Kapten Tusiran.

Gerindra dan Perindo Belum Gabung Koalisi untuk Pilkada Indramayu 2020, tapi Sudah Komitmen

Sumarna segera melaporkan temuannya itu ke tetangga dan diteruskan ke polisi. Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota meluncur ke lokasi. Dibantu warga Babinsa, relawan BPBD, jasad Siti kemudian dievakuasi dan diidentifikasi bersama petugas Puskesmas.

Tusiran mengatakan, ketika tengah berenang diduga Siti yang tak bisa berenang masuk ke perairan yang dalam dan langsung tenggelam tanpa disadari teman-temannya.

"Menurut warga, lokasi kejadian memang kerap dijadikan sebagai tempat berenang anak-anak. Namun kedalaman sungai di lokasi ada yang mencapai 2,5 meter," ujar Tusiran.

Listiana (12), salah seorang teman korban, menuturkan, saat berenang ia berdekatan dengan Siti. Namun karena banyakan ia tak memperhatikan lagi keberadaan Siti, sampai berenang selesai dan meninggalkan sungai.

"Saya tidak memperhatikan lagi Siti karena ramai berenang dengan yang lain," ujar Listiana. Ia akhirnya syok dan sedih setelah mengetahui Siti ditemukan sudah tak bernyawa mengambang di sungai.

Pilkada Cianjur, Herman Suherman Diundang ke DPP PDIP, Selangkah Lagi Menunggu Rekomendasi

Setelah diidentifikasi dan divisum, jasad korban diserahkan kepada orang tuanya di Kampung Sukaasih, Cibeber. Suasana duka menyelimuti rumah duka begitu jenazah sampai di rumah.

Iyam (48), ibu kandung korban, tak kuasa menahan tangisnya. Dengan tangisan menyayat, Iyam meminta agar Siti bangun. Sejumlah kerabat berupaya menenangkannya.

"Bangun nak, bangun," kata Iyam lirih, mengundang iba warga yang ada di rumah duka. Pemkamanan ditunda menunggu kepulangan ayah kandung korban, Munjiono, yang bekerja di luar kota

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved