Bantuan bagi Warga Miskin Naik Rp 40 Ribu, Penerima di Cianjur: Masih Ada yang Tak Sesuai

Bertambahnya nilai bantuan pangan non tunai dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu ternyata tak semua ditanggapi positif oleh penerima manfaat.

Bantuan bagi Warga Miskin Naik Rp 40 Ribu, Penerima di Cianjur: Masih Ada yang Tak Sesuai
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Menghadapi musim kemarau, penyuplai beras bantuan untuk warga miskin optimistis stok tidak akan kekurangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Bertambahnya nilai bantuan pangan non tunai dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu ternyata tak semua ditanggapi positif oleh penerima manfaat.

Di Cianjur, dari bantuan yang semula hanya beras, kini bertambah item kacang hijau, abon, dan telur.

Namun abon tak berlabel dan tak ada keterangan halal dipertanyakan oleh beberapa orang penerima manfaat.

Apalagi timbangan kacang hijau seperempat, telur enam biji, dan abon dinilai penerima manfaat masih jauh dari angka Rp 40 ribu.

Wiwin (42) seorang penerima manfaat BPNT warga Kampung Cipicung, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber misalnya.

Ia melihat ukuran abon dan kacang hijau kecil serta telur yang hanya enam butir.

Cerita Madrasah Tempat Sekolah Warga Miskin dan Yatim Piatu Cari Bantuan untuk Bangun Ruang Kelas

Warga Miskin Kota Bandung Masih 79 Ribu KK, Butuh Sentuhan Porgam Pemerintah Agar Berdaya

"Saya kalau belanja ini paling Rp 27 ribu, karen abon hanya 1 ons, telur paling 10 ribu, lalu kacang hijau seperempat," ujarnya Rabu (12/2/2020).

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, berharap bertambahnya nilai BPNT ada kepuasan yang bertambah juga untuk warga.

"Saya berharap memang ada perbaikan, tapi melihat seperti ini juga saya harus kroscek apa harganya sesuai," ujar Elan.

Elan juga mempertanyakan label pada abon yang dibagikan. Di kemasan abon tak ada apapun keterangan hanya dibungkus plastik.

"Di awal tahun dengan tambahan kuota anggaran kacang hijau, telur, dan abon, sebagai kades saya juga bertanya kenapa tak ada labelnya untuk abon, dan juga timbangannnya nanti saya cek apakah sesuai," ujarnya.

Elan berharap pada intinya pihaknya ingin ada perbaikan karena ini untuk kepentingan warga.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved