Antisipasi Kelangkaan Gula Rafinasi, Pemprov Jabar Segera Koordinasi dengan Kabupaten Kota

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota

Antisipasi Kelangkaan Gula Rafinasi, Pemprov Jabar Segera Koordinasi dengan Kabupaten Kota
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi: Petugas Direktorat Krimial Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, meninjau gudang beras yang disinyalir melakukan tindak pidana mengganti kemasan pangan dan penimbunan di Kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017). Ditkrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti beras sebanyak 86 ton, Gula Rafinasi 18 ton dan Gula Kristal Putih 19 ton. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi kelangkaan gula kristal rafinasi di Jawa Barat.

Arifin mengatakan secara keseluruhan di Jawa Barat, persediaan gula kristal rafinasi masih normal. Namun demikian, dengan beredarnya kabar mengenai penipisan persediaan gula tersebut terutama untuk industri, pihaknya segera berkoordinasi dengan dinas di kabupaten dan kota.

"Kalau data sampai dengan saat ini, belum ada laporan dari kabupaten dan kota, khususnya Garut dan Sukabumi (sebagai daerah pembuat makanan olahan berbahan baku gula)," katanya melalui ponsel, Selasa (11/2/2020).

Ridwan Kamil dan RSHS Pastikan Kesiapan Jabar Hadapi Virus Corona, Tunggu Kabar dari Natuna

Ini Komentar Balai Arkeologi Jabar Terkait Batu-batu Unik atau Sungai Batu di Buahdua Sumedang

Arifin mengatakam penipisan persediaan ini bisa saja sama dengan fenomena bawang putih yang saat ini mengalami kendala dalam hal distribusi atau impornya. Sama seperti bawang putih, katanya, gula kristal rafinasi bahan bakunya masih diimpor.

"Mungkin sama ya seperti bawang putih, yang sedikit terlambat dari sisi impornya. Tapi untuk akuratnya, saya coba koordinasi dulu ke kabupaten dan kota," tuturnya.

Arifin menuturkan kebijakan impor dikendalikan oleh pemerintah pusat, termasuk gula kristal rafinasi. Pihaknya hanya bisa memberikan pelaporan dan masukan berdasarkan kebutuhan dari tiap daerah. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved