Tenaga Lokal KBB di Proyek KCIC Hanya Menjadi Kuli, Malah Ada yang Belum Dapat Jatah

Warga Kampung Warung Awi, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Tenaga Lokal KBB di Proyek KCIC Hanya Menjadi Kuli, Malah Ada yang Belum Dapat Jatah
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Proyek KCIC di Kampung Warung Awi, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Warga Kampung Warung Awi, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hingga saat ini kebanyakan hanya menjadi kuli di proyek tersebut.

Bahkan, tidak semua warga yang terdampak proyek itu terakomodir bekerja di KCIC, sehingga warga disana hingga saat ini masih banyak yang menjadi pengangguran.

Warga setempat Dadan Suherman (43), mengatakan, sejumlah warga yang dipekerjakan diproyek KCIC, kebanyakan hanya menjadi tukang parkir, pencuci kendaraan proyek dan dan pengangkut barang seperti besi.

"Itu pun warga hanya dipekerjakan per 10 hari atau bergiliran, setelah itu kami harus mencari pekerjaan lain," ujar Dadan saat ditemui di Kampung Warung Awi, Selasa (11/2/2020).

Dalam satu hari, kata dia, pekerja lokal dibayar Rp 100 ribu, sehingga jika warga hanya mendapat pekerjaan selama 10 hari, artinya mereka hanya mendapat upah Rp 1 juta. Padahal proyek KCIC masih waktunya masih cukup lama.

Meski Rumahnya Hancur Ditabrak Truk, Sang Pemilik Rumah Tetap Bersyukur karena Jiwanya Selamat

"Saya juga sekarang sudah berhenti kerja di proyek itu. Dulu sebagai pemantau proyek tapi sekarang jadi pengangkut pasir," katanya.

Hermawan (37), tukang ojek di Kampung Warung Awi, mengatakan, hingga saat ini masih banyak warga yang menjadi pengangguran karena tidak bisa bekerja di proyek KCIC, padahal mereka terdampak proyek tersebut.

"Iya, masih banyak terutama warga yang rumahnya di atas, kalau yang dibawah memang ada tapi hanya jadi kuli," ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin mengatakan, saat ini tenaga lokal yang bekerja di proyek KCIC mencapai 1000 orang lebih, sedangkan TKA sekitar 600 orang.

Tertibkan Parkir Liar, Dishub Kota Bandung Susun Perda Derek, Denda Bisa Sampai Rp 1 Jutaan

"Tenaga lokal kebanyakan memang bukan mengerjakan operasional atau konstruksi, karena perlu tenaga ahli," katanya.

Sementara bagi masyarakat yang terdampak proyek KCIC tetapi belum mendapat jatah pekerjaan, pihaknya meminta untuk segera berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat, kemudian dilanjutkan ke Disnakertrans KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved