Pemkot Bandung Akan Tiru Kota Kawasaki Jepang Soal Pengelolaan Sampah

Tahun 1990 itu, di Kota Kawasaki juga sama ada yang namanya, lautan sampah," ujar Humas PD Kebersihan Kota Bandung, Asep Koswar

Pemkot Bandung Akan Tiru Kota Kawasaki Jepang Soal Pengelolaan Sampah
tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Drainase di Jalur Keluar Tol Cileunyi Dipenuhi Sampah, Kotor Berbau Tak Sedap, 2 Minggu Dibiarkan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung belajar banyak dari Kota Kawasaki di Jepang, dalam urusan pengelolaan sampah.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial sempat melakukan kunjungan ke Jepang selama satu pekan.

Hasilnya, Pemkot Bandung akan memaksimalkan Pusat Daur Ulang Sampah (PDU) Cicabe dan program Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman) untuk mengatasi sampah di Kota Bandung.

Humas PD Kebersihan Kota Bandung, Asep Koswara mengatakan, Pemerintah Kota Kawasaki butuh waktu hingga 20 tahun untuk mengubah maniset warganya tentang pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

"Tahun 1990 itu, di Kawasaki juga sama ada yang namanya, lautan sampah. Butuh 15-20 tahun agar masyarakatnya bisa sadar dan pemerintah bisa memanfaatkan sampah. Nah, mereka berpikir ini harus berubah, kita pun di sini demikian," ujar Humas PD Kebersihan Kota Bandung, Asep Koswara, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (11/2/2020).

TPA Sarimukti Dipindahkan ke TPA Legok Nangka, Sisa Sampah di KBB akan Dikelola Mandiri

Pemprov Jabar akan Bangun Tempat Konversi Sampah Plastik jadi Bahan Bakar di Cekungan Bandung

Dikatakan Asep, program Kang Pisman sampai saat ini masih berjalan. Bahkan, saat ini sejumlah perusahaan besar seperti hotel dan restoran mulai sadar dan ikut melakukan pemilahan sampah.

"Kang Pisman sudah mulai dirasakan, perusahaan besar juga sudah mulai pahami Kang Pisman, namun ada ruko-ruko belum tertib, tapi kalau kami ketemu kami suka sarankan juga," katanya.

Sampah hasil pemilahan dari rumah tangga, hotel, rumah sakit dan restoran itu, ujar Asep, nantinya akan dibawa ke pusat daur ulang sampah di Cicabe untuk diolah agar bernilai ekonomi.

"Di Jepang itu ada delapan jenis sampah yang dipilah. (Kalau di Bandung) baru sampah organik dan anorganiknya saja. Nah, sementara sampah yang sudah tidak digunakan lagi tentunya residunya dibuang ke tempat pembuangan akhir," ucapnya.

Menurut Asep, pusat daur ulang sampah yang berada di Cicabe sengaja dibangun dan baru mampu menampung 50 ton sampah organik dan anorganik yang telah dipilah perharinya.

"Makanya dengan program kangpisman ini lebih mengubah perilaku masyarakat. Lalu kami juga punya Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST), tidak hanya angkut kumpul buang, tapi ada proses pemilahannya," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved