Dedi Mulyadi Menilai ISIS Tidak Perlu Dibuat Pro Kontra Lagi, Itu Sudah Final Kejahatan Ideologi

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah tidak lagi membuat narasi tentang pengembalian anggota ISIS

Dedi Mulyadi Menilai ISIS Tidak Perlu Dibuat Pro Kontra Lagi, Itu Sudah Final Kejahatan Ideologi
istimewa
Dedi Mulyadi 

TRIBUNJABAR.ID - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah tidak lagi membuat narasi tentang pengembalian anggota ISIS karena ISIS itu sudah jelas kejahatan ideologi.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar ini, ISIS itu seperti ideologi PKI yang tidak usah diwacanakan lagi untuk setuju atau tidak.

Bahkan dengan tegas, Dedi mengatakan tidak perlu ada perdebatan lagi terkait diterima atau tidaknya pengikut ISIS, karena jelas tak punya tempat lagi di Indonesia.

"Seperti PKI, sudah tidak jadi narasi apakah Anda setuju atau tidak dengan PKI," kata Dedi, melalui keterangan tertulis.

Apalagi dengan jelas, lanjut Dedi, ISIS itu merupakan kejahatan ideologi. Negara harus melindungi warganya dari kejahatan ideologi.

"Pemimpin negara tak boleh lagi buat sebuah narasi yang bersifat kejahatan ideologi sehingga kejahatan ideologi itu dianggap main-main. Tak bisa lagi main politik dalam wacana ideologi," kata politikus dari Partai Golkar ini.

BREAKING NEWS: Truk Tabrak 4 Rumah dan 2 Mobil di Gunungjati Cirebon

Dedi mengatakan, publik tak boleh lagi dibawa ke arah perdebatan tentang ideologi ISIS. Karena itu ranah negara untuk melindungi rakyatnya.

Artinya, kata dia, kajian tentang ideologi ISIS itu bersifat internal negara. Kajiannya dilakukan oleh Lemhanas, BIN, dan BAIS.

"Nah, cukup dibicarakan pada level internal itu, dari sisi analisis intelijen dan pakar ideologi serta sifatnya tertutup," kata wakil ketua Komisi IV DPR RI itu

Dedi mengatakan, ISIS sudah menjadi kejahatan ideologi dan kemanusiaan. Ideologi ini telah meracuni anak-anak. Mereka diajarkan untuk memenggal leher dan melakukan eksekusi.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved