Wapres Maruf Amin Sebut Pariwisata Sektor Prioritas, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan

Menurutnya, sektor pariwisata ini merupakan sektor yang mudah, murah, dan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan warga masyarakat.

Wapres Maruf Amin Sebut Pariwisata Sektor Prioritas, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan
tribunjabar/nandri prilatama
Wapres KH Maruf Amin di acara PHRI di Karawang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mengungkapkan sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor prioritas yang perlu adanya pengembangan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata ini merupakan sektor yang mudah, murah, dan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan warga masyarakat.

"Kami telah tetapkan percepatan 5 destinasi super prioritas yang dinilai secara jangka pendek hasilnya, seperti Danau Toba, wisata Mandalika, dan wisata Likupa. Saya sih lihatnya di Indonesia seluruh destinasinya indah, kalau orang arab bilangnya Indonesia itu sepotong surga yang dipindahkan ke bumi," ujar Maruf Amin di Musyawarah Nasional XVII dan Milad PHRI ke 51 tahun, di Hotel Resinda Karawang, Senin (10/2/2020).

Bicara Soal Pariwisata, Gubernur Ridwan Kamil Sebut 4 Strategi Gaet Wisatawan

Dalam mengembangkan pariwisata Indonesia, Maruf Amin menyebut perlu didukung dengan 3A, yakni aksestabilitas, atraksi, dan aminitas. Aksestabilitas yang dimaksud Maruf Amin ini ialah jalan-jalan menuju ke destinasi wisata perlu menjadi perhatian agar para wisatawan dapat dengan nyaman dan aman menuju ke lokasi wisata, baik darat, laut, maupun udara.

"Atraksi yang saya maksud itu perlu adanya even atau acara terkait seni, budaya, olahraga atau hiburan yang bisa menarik wisatawan baik lokal atau mancanegara," ucapnya.

Sedangkan unsur yang ketiga yakni Aminitas, yakni Maruf Amin menjelaskan terkait fasilitas pendukung guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan terutama dalam hal akomodasi, kuliner, pusat oleh-oleh, keamanan, air bersih, hingga listrik.

Dampak Virus Corona, Indonesia Kehilangan Pendapatan Rp 2,7 Triliun dari Wisatawan China

"Jadi, tugas PHRI ini khususnya di akomodasi dan kuliner. Harus ada inovasi di 3 unsur ini serta ditambah dengan menggunakan digital platform untuk hal promosi," ujarnya.

Berdasarkan target Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, Maruf Amin menyebut terfokus pada kuantitas datangnya wisatawan mancanegara. Tetapi, untuk periode 2020-2024, dia mengatakan pada kualitas pariwisata sehingga berdampak pada devisa negara.

"Pokoknya sekarang ini harus perbanyak even-even nasional atau internasional, seperti di Labuan Bajo bakal ada KTT ASEAN dan KTT ekonomi G20," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved