Korban Percobaan Asusila oleh Pemotor dan Bermasker Hitam di Tasikmalaya Ternyata Sempat Berteriak

Korban percobaan asusila, R (12), oleh pemotor bermasker di tepi jalan raya Ciawi, ruas jalan negara Tasikmalaya-Bandung, ternyata sempat berteriak.

Korban Percobaan Asusila oleh Pemotor dan Bermasker Hitam di Tasikmalaya Ternyata Sempat Berteriak
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Korban R (12) diantar ibu kandungnya, AN (37), mengadukan tindakan percobaan asusila pengendara motor bermasker ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Korban percobaan asusila, R (12), oleh pemotor bermasker di tepi jalan raya Ciawi, ruas jalan negara Tasikmalaya-Bandung, ternyata sempat berteriak.

Tapi tak terdengar warga karena suara bising kendaraan.

"Anak saya sebenarnya sempat berteriak minta tolong. Tapi tidak terdengar karena kendaraan sedang ramai. Untungnya pelaku langsung pergi," kata AN (37), ibu kandung R, saat mengadu ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (10/2/2020) petang.

Murid kelas VI SD ini mengaku mendapat percobaan asusila, saat berjalan di tepi jalan raya Ciawi sekitar pukul 14.00.

Pelaku Asusila Bermasker dan Bermotor Matic Hitam Dilaporkan Masih Gentayangan di Tasikmalaya

Tiba-tiba ada pemotor bermasker mengaku sebagai uwak dan melontarkan kata-kata jorok menggunakan Bahasa Sunda, mengajak korban berhubungan badan.

Kontan korban terkejut dan berupaya menghindar sambil berteriak meminta tolong.

Tanpa menghiraukan korban lagi, pelaku langsung pergi.

Setiba di rumah, korban segera mengadukan peristiwa yang dialaminya ke AN.

Didampingi kerabat, AN mengadukan kejadian itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan diantar unsur KPAID, AN melaporkan kejadian itu ke polisi.

Ketua KPAID Kabupatrn Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan, kasus ini baru sebatas tindakan mengeluarkan kata-kata kotor dengan Bahasa Sunda mengajak berhubungan badan.

"Jadi kasusnya baru sebatas lontaran kata-kata jorok mengajak berhubungan badan. Belum ada kontak fisik. Tapi kami laporkan karena membuat keresahan orang tua. Anak pun jadi trauma," ujar Ato. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved