EKSKLUSIF: Ratusan Pabrik Dodol Terancam Tutup, Stok Gula Rafinasi Hanya Cukup untuk Seminggu

Tanpa adanya pasokan baru gula rafinasi, diperkirakan industri dodol yang merupakan ini makanan khas ini hanya akan bertahan satu atau dua minggu lagi

EKSKLUSIF: Ratusan Pabrik Dodol Terancam Tutup, Stok Gula Rafinasi Hanya Cukup untuk Seminggu
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Pekerja produksi dodol Baraya di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, sedang mengolah dodol di kuali besar, Selasa (4/2/2020). Pengusaha dodol mengeluhkan langka dan naiknya harga bahan baku gula sejak akhir Januari. 

Yudi berharap pemerintah bisa memberikan solusi. "Kalau sampai tidak produksi, saya memikirkan nasib karyawan. Mereka mengandalkan penghasilan dari sini," ucap Yudi, yang memiliki 40 karyawan.

Dodol Garut Rasa Ketan Hitam Ini Cocok Buat Lebaran, Bisa Dipesan Via Online

Hal serupa terjadi di tempat pembuatan dodol rumahan milik Jaja (45) di Kelurahan Suci, Kecamatan Karangpawitan. Ditemui pada hari yang sama, ia mengatakan stok gula di tempatnya hanya cukup untuk lima hari lagi. Meski produksinya tak terlalu besar, kosongnya gula akan berdampak pada produksi dodol.

"Saya juga lagi cari-cari yang jual gula. Bingung ini juga tanya ke beberapa tempat tapi sudah tidak ada," kata Jaja.

Per bulan, Jaja membutuhkan 500 kilogram gula rafinasi. "Saya memang jarang stok banyak. Kalau kurang, biasa beli langsung. Tapi, sejak awal bulan cari gula susah. Kalaupun ada, harganya naik," ucapnya.

Jaja mengaku tak mengetahui apa penyebab kelangkaan ini. "Tapi, harusnya kan bisa diantisipasi pemerintah, biar enggak menyusahkan pengusaha kecil," katanya.

Jika bahan baku gula tak didapat hingga minggu ini, kata Jaja, ia terpaksa menghentikan produksi. "Percuma produksi juga kalau tidak ada gula. Masa bikin dodol hambar. Pasti rugi," ujar Jaja, yang sudah membuat dodol sejak 2006.

Selain industri kecil menengah (IKM) dodol Garut, IKM kue semprong bolu di Ciamis dan Tasikmalaya, IKM kue basah di Bandung, IKM manisan di Sukabumi, IKM bakpia di Yogyakarta, Semarang, dan lain-lain juga terancam berhenti beroperasi karena ketiadaan gula rafinasi ini. Industri gula batu di Cirebon bahkan sudah berhenti produksi. 

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved