Butuh Biaya, 2 Bayi Kembar Asal KBB Lahir Prematur, Bayi Pertama Meninggal Dunia, Satu Lagi Kritis

Pasangan suami istri Nurdiana (23) dan Iis Apriani (21) harus menerima kenyataan pahit setelah bayi kembar b

Butuh Biaya, 2 Bayi Kembar Asal KBB Lahir Prematur, Bayi Pertama Meninggal Dunia, Satu Lagi Kritis
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kerabat Nurdiana saat datang ke pemakaman Yusron Nahlan Syauqi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Pasangan suami istri Nurdiana (23) dan Iis Apriani (21) harus menerima kenyataan pahit setelah bayi kembar berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan harus lahir prematur pada usia kandungan 7 bulan.

Warga Kampung Cibacang RT 2/5, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini juga harus merelakan bayi pertama yang diberinama Yusron Nahlan Syauqi meninggal dunia, pada Senin (10/1/2020).

Lalu, bayi kedua yang diberinama Yusril Nahlan Syauqi hingga saat ini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kondisi kesehatannya sangat mengkhawatirkan.

Nurdiana mengatakan, kedua bayinya harus lahir dengan tindakan operasi caesar di Rumah Sakit Karisma Cimareme pada lima hari yang lalu, karena saat itu bayi dalam kandungan posisinya sungsang.

LINK LIVE STREAMING RCTI Indonesian Idol Malam Ini Pukul 21.00, Pertarungan 4 Kontestan Makin Sengit

"Biaya operasi caesar Rp 12 juta, saya baru bayar Rp 6 juta, lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Tapi bayi yang satu meninggal tadi pagi," ujar Nurdiana saat ditemui di kediamannya, Senin (10/1/2020).

Namun, selama 2 hari di RSHS Bandung kedua bayinya masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), padahal kalau melihat kondisinya, bayi itu harus dimasukkan ke ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Ia mengatakan, kedua bayinya belum bisa dimasukan ke ruang NICU karena semua ruangan yang ada di RSHS Bandung penuh, hingga akhirnya dia harus merelakan bayi yang satunya meninggal dunia.

"Anak saya yang satu juga masih di RSHS dalam kondisi kritis tapi masih di IGD, kalau ibunya sudah pulang, disana bayi saya ditungguin suadara," ucapnya.

Untuk mendapatkan perawatan optimal, Nurdiana ingin memindahkan bayinya ke rumah sakit lain agar bisa mendapat perawatan di ruang NICU. Hanya saja ia terkendala biaya, sehingga niatnya urung dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved