Amul Model Cocok Dikembangkan di Indonesia, Agus Mulyana Raih Doktor Ilmu Manajemen UPI

Hal itu diungkapkan Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana di sela sidang doktor yang digelar di Univeritas Pendidikan Indonesia ( UPI), Senin (10/2

Amul Model Cocok Dikembangkan di Indonesia, Agus Mulyana Raih Doktor Ilmu Manajemen UPI
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana saat sidang doktor yang digelar di Univeritas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Perkembangan teknologi informasi digital terjadi sangat cepat. Ini berdampak terhadap semua sektor.

Hadirnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang berkesinambungan memiliki implikasi mendalam pada bisnis dan fungsi bisnis seperti penjualan dan pemasaran, pengadaan, keuangan dan akuntansi, penelitian dan pengembangan.

Hal itu diungkapkan Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana di sela sidang doktor yang digelar di Univeritas Pendidikan Indonesia ( UPI), Senin (10/2/2020).

bank bjb Siap Terbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Obligasi Subordinasi Rp1 Triliun

Menurut Agus, teknologi memiliki dampak yang besar pada riset bisnis, terutama pada pemasaran, karena teknologi mengubah cara manajer pemasaran melakukan pekerjaan mereka.

"Perubahan ini mengarah pada perubahan besar dalam topik yang penting untuk dipelajari, disamping itu, teknologi menyediakan cara baru dalam melakukan penelitian sehingga teknologi informasi memiliki pengaruh terhadap marketing performance," kata Agus di sela sidang doktor-nya.

Menurut Agus,  perkembangan bisnis finansial dan teknologi (Fintek) tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perubahan global teknologi inovasi keuangan.

Namun untuk mengukur konfigurasi perkembangan fintek di Indonesia, kata Agus, masih sangat terbatas.

Berdasarkan data yang ada dan dapat digunakan untuk mengetahui serta mengukur konfigurasi Fintech, baru sebatas pada jumlah perusahaan, market size, dan data keuangan fintek (peer to peer lending).

"Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 terdapat banyak kelemahan dalam bidang Fintech, dimana semuanya dituntut serba otomasi. Dalam satu sisi perkembangan digital ini sangat menguntungkan dalam segi efisiensi dan efektifitas, namun pada sisi lain, rendahnya Intelectual Capital SDM dari suatu negara akan menjadi kelemahan di negara tersebut pada kemajuan teknologi digital yang sangat cepat, sehingga peran manusia akan digantikan oleh Robot berbasis Artificial Intelligence, menyebabkan manusia sangat tergantung dengan robot tersebut," katanya.

Kembali Meningkat, Saham bank BJB Tertinggi di Antara Emiten Bank Lain

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved