Terungkap, Kelompok Ini Edarkan Tembakau Gorila Lewat Media Sosial, Pelaku Terancam Hukuman Berat

Polda Metro Jaya membongkar kelompok pengedar tembakau gorila yang bermarkas di Surabaya, Jawa Timur

Terungkap, Kelompok Ini Edarkan Tembakau Gorila Lewat Media Sosial, Pelaku Terancam Hukuman Berat
Warta Kota/Rizki Amana
Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat merilis pengungkapan jaringan peracik dan peredaran tembakau gorilla. 

TRIBUNJABAR.ID - Polda Metro Jaya membongkar kelompok pengedar tembakau gorila yang bermarkas di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam menjalankan bisnisnya, para tersangka menggunakan media sosial dan situs perdagangan online.

Polisi kini berhasil meringkus lima belas tersangka dengan barang bukti sebanyak 28.432 gram tembakau gorilla.

"Semua peredaran tembakau gorilla ini dipasarkan melalui media sosial. Kalau user-nya (pengguna) ingin melakukan transaksi pembelian bisa dilakukan melalui akun media sosial tersebut," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Herry Heryawan saat merilis kasus tersebut di Gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2020).

Ridwan Kamil Sebut Dua Tahun Program Citarum Harum, Kualitas DAS Citarum Semakin Baik

Ia menjelaskan, akun para tersangka tersebar di berbagai jejaring media sosial yang lumrah digunakan oleh masyarakat luas.

Menurutnya, saat calon pembeli akan membeli produk haram itu, para admin dari akun akan mengarahkan ke satu akun yang melayani pembelian tembakau gorilla tersebut.

"Di Facebook dan IG (Instagram) yang megajak pembeli ke satu akun lain. Jadi ada form yang diisi dan di cek dan ricek pemilik akun untuk dapat kepastian, baru dijual," jelasnya.

Adapun polisi meringkus lima belas tersangka di wilayah yang berbeda dari jaringan peracik dan penjual tembakau gorilla tersebut.

Mereka ialah, RS, MT, FB, PRY, MA, IL, RD, AR, MN, WA, RT, DSP, ARN, NH dan RTF.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotik dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun penjara. (WartaKotaLive.com/Rizki Amana)

Jika Jadi Calon Bupati Indramayu, Juhadi Siap Tanggalkan Jabatan Ketua PCNU

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul TERBONGKAR, Media Sosial Jadi Wadah Perdagangan Jaringan Peracik dan Peredaran Tembakau Gorilla, https://wartakota.tribunnews.com/2020/02/09/terbongkar-media-sosial-jadi-wadah-perdagangan-jaringan-peracik-dan-peredaran-tembakau-gorilla?page=all.

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved