Perajin Gitar Arjasari Menyesal Belajar Membuat Gitar Seriusnya Tidak dari Dulu

PELOPOR perajin gitar di Arjasari adalah Ratiman. Ratiman sengaja memilih tempat di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten B

Perajin Gitar Arjasari Menyesal Belajar Membuat Gitar Seriusnya Tidak dari Dulu
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Perajin memotong kayu bahan untuk di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). 

PELOPOR perajin gitar di Arjasari adalah Ratiman. Ratiman sengaja memilih tempat di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, untuk menghindari padatnya permukiman.

Sebelum pindah ke sana, Ratiman membuka home industry di kawasan padat penduduk di Cintaasih, Cibangkong, Kota Bandung. Namun, setelah terjadi kebakaran hebat di sana, dia memutuskan pindah.

Ratiman memutuskan untuk menjadi perajin gitar pada 1985. Awalnya tidak langsung besar, Ratiman menjual titip gitar buatannya di beberapa toko di Kota Bandung.

Ratiman tidak langsung membuat gitar bermerek Allegro. Dia pertama kali bekerja sebagai perajin gitar di Gitar Genta. Dia kemudian pindah ke Arista.

"Setelah itu bikin sendiri. Terus berkembang. Karyawan-karyawan Bapak pun ada yang bikin sendiri dan buka toko sendiri," kata Wina (37), perajin gitar, di rumahnya, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).

Menurut Wina, penjualan gitar buatan Ratiman terus berkembang setelah pindah ke Arjasari. Bapaknyalah, kata Wina, yang memutuskan pindah ke pinggiran kota. "Bapak sengaja memilih di sini karena perizinan di kota susah. Kalau ketuk-ketuk kayu malam-malam nanti ada yang protes," katanya.

Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Ratiman, setelah Lebaran, meninggal dunia. Sekarang, anak-anaknya mencoba membangkitkan usaha mereka yang sempat terpuruk.

"Saya menyesal ketika waktu ada Bapak saya tidak serius belajar membuat gitar. Sekarang saya lebih serius belajarnya," kata Bangun (27), salah satu anak Ratiman.

Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Ratiman menamakan gitar tersebut gitar Allegro. Allegro adalah istilah dalam musik untuk tempo permainan musik yang cepat. (januar ph)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved