Perajin Gitar Arjasari Bergairah

Perajin Gitar Arjasari Bangkit Setelah Lebaran, Pesanan Mengalir, Dijual di Antaranya di Bandung

Perajin gitar di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, tak patah arang. Mereka tetap berusaha memproduksi gitar me

Perajin Gitar Arjasari Bangkit Setelah Lebaran, Pesanan Mengalir, Dijual di Antaranya di Bandung
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Perajin gitar Arjasari sedang memotong kayu bahan untuk gitar di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.ID  - Perajin gitar di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, tak patah arang. Mereka tetap berusaha memproduksi gitar meski permintaan terus menurun, bahan baku terus naik, dan sempat terkena musibah kebakaran gudang pada 2018.

Perajin gitar buatan lokal ini sempat goyang. Mereka kehilangan pesanan. Mereka juga pernah tak mendapat order satu gitar pun. Allegro sepertinya akan menghilang dari pasaran.

"Bahan bakunya setiap hari ada saja yang naik. Lagi pula, kebanyakan bahan bakunya dari luar, seperti cat, yang merupakan barang-barang impor," kata Wina (37), salah satu perajin gitar, di rumahnya di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).

Namun, sekarang, pelan tapi pasti gitar bermerek Allegro ini mulai menggeliat. Pesanan-pesanan terus berdatangan meski jumlahnya masih jauh dari jumlah ketika mereka masih berjaya.

Momentumnya setelah Lebaran 2019. Mereka memutuskan untuk menghidupkan gitar Allegro yang mati suri. Mereka pun mencari modal sedikit demi sedikit untuk membuat gitar. "Kami dari nol lagi. Bisa bangkit, kami cari modal sedikit-dikit," kata Wina, yang juga putri pemilik awal gitar Allegro, Ratiman.

Pesanan pun mulai berdatangan. Toko-toko musik di Bandung mulai ada yang pesan dua lusin. "Kami pun sanggup menyediakannya minggu depannya. Mereka bayar, kami langsung beli bahan," kata Wina.

Menurut Wina, setelah pesanan berdatangan, selama seminggu karyawannya bisa membuat seratus gitar. Jumlah ini, menurut Wina, masih sedikit ketimbang dulu saat sebelum permintaan menurun.

Perajin memotong kayu bahan untuk di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin memotong kayu bahan untuk di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

"Dulu sebulan bisa seribu. Namun, saat memasuki tahun 2000-an terus berkurang," katanya sambil menggendong anaknya.

Wina mengatakan, sekarang karyawannya bisa membuat 400 gitar sebulan sesuai pesanan. Gitar-gitar itu dijualnya di toko-toko musik di Bandung seperti di Jalan Dewi Sartika. Ada juga yang dijual ke Tasikmalaya, Subang, dan Jakarta.

Gitar Allegro sempat booming sebelum krisis moneter pada 1998. Memasuki 2000-an, gitar ini tersingkir oleh kehadiran gitar-gitar merek Cina dan gitar sayur.

Wina, Perajin Gitar Arjasari
Wina, Perajin Gitar Arjasari (Tribun Jabar)

Gitar sayur, menurut Wina, telah menghancurkan harga pasar gitar. "Mereka, mah, seenaknya pakai merek. Merek yang mahal juga ada. Harganya kisaran Rp 150.000 dan 200.000," katanya.

Wina bersama keluarganya berpikir keras agar usaha gitar rintisan ayahnya ini terus hidup. Mereka juga harus berpikir dari mana untuk menghidupi karyawannya yang berjumlah 15 orang.

Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Dulu, katanya, mereka biasa membeli tripleks beratus-ratus lembar, tapi kini hanya berpuluh-puluh lembar. "Sekarang sudah ada perkembangan dikit, merangkak aja gitu. Yang utama itu terbentur ama modal," katanya. (januar ph)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved