Perajin Gitar Arjasari Bergairah

Membuat Gitar Arjasari Itu Butuh Waktu Seminggu hingga Jadi, Mau Tahu Prosesnya?

RABU (5/2) sore, karyawan gitar Allegro masih mengerjakan beberapa gitar. Pabrik gitar yang berada di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arj

Membuat Gitar Arjasari Itu Butuh Waktu Seminggu hingga Jadi, Mau Tahu Prosesnya?
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). 

RABU (5/2) sore, karyawan gitar Allegro masih mengerjakan beberapa gitar. Pabrik gitar yang berada di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, ini terbagi menjadi dua ruangan.

Ruangan pertama merupakan tempat merapikan dan pengecatan gitar-gitar yang sudah terbentuk. Prosesnya pun membutuhkan ketelitian dan tiga kali proses.

Gitar-gitar itu tidak langsung dicat tapi harus didempul di bagian-bagian tertentu seperti di sambungan. Kemudian dihaluskan menggunakan ampelas untuk dirapikan sebelum dicat warna dasar.

"Sending, pengecatan, terus pernis. Tiga kali proses untuk pengecatan," kata Bangun (27) saat ditemui di pabrik gitar di Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).

Menurut Oki (35), perajin gitar di pabrik itu, untuk membuat gitar butuh waktu semingguan. Itu pun, katanya, kalau kayu yang akan digunakan telah kering melalui pengopenan.

Proses pengopenan kayu, menurut Oki, bisa membutuhkan waktu dua sampai tingga minggu, tergantung basahnya kayu. Kayu yang digunakan untuk membuat gitar Allegro adalah kayu mahoni, sonokeling, dan ada juga rosewood.

"Kalau kayu mahoni, biasanya ada yang mengirim ke sini dari Ciamis atau Subang. Kalau bahan lainnya impor dari Cina atau Korea," kata Bangun.

Perajin gitar Arjasari sedang memotong kayu bahan untuk gitar di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin gitar Arjasari sedang memotong kayu bahan untuk gitar di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

"Untuk mendapatkan kayu mahoni harus ada izin dan surat-suratnya lengkap."

Ruangan kedua, tempat pembuatan bodi dan batang gitar. Di ruangan itu, tampak gitar-gitar yang sudah terbentuk tapi belum dicat bergelantungan di langit-langit.

Menurut Oki, proses pembuatan batang dan bodi merupakan proses yang paling sulit dalam membuat gitar. Orang yang membuatnya tidak sembarangan karena tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan ini.

Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2).
Perajin merapikan gitar yang akan dicat di rumah industri, Kampung Sirnasari, Desa Batukarut, Kabupaten Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Ketika memasuki ruangan itu, suara gergaji mesin terdengar memekakkan telinga. Gergaji digunakan oleh pegawai untuk memotong kayu mahoni yang sudah kering. Serbuk gergaji pun berterbangan di ruangan itu. Seorang bapak yang menggergaji menutup mulutnya dengan kain tebal dan bertopi.

Menurut Bangun, pembuatan gitar di sana sangat detail. Hal tersebut, katanya, harus dilakukan untuk menjaga kualitas gitar. "Tidak seperti gitar sayur yang sekali jadi," kata Bangun. (januar ph)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved