Longsor di Purwakarta

Wilayah Bojong Purwakarta Masuk Zona Merah, Kades Bojong Timur Sebut Sudah Antisipasi

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, longsor terjadi malam tadi dengan sebanyak dua kali, yakni pukul 22.00 WIB dan pukul 23.00 WIB.

Wilayah Bojong Purwakarta Masuk Zona Merah, Kades Bojong Timur Sebut Sudah Antisipasi
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Longsor terjadi di Kampung Cileweung RT 13/7, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Sabtu (8/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kepala Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Dedi Junaedi mengungkapkan pihak desa bersama warga sejak Sabtu pagi (8/2/2020), melakukan bersih-bersih dan gotong royong untuk membersihkan material longsor semisal lumpuran tanah yang menutupi akses jalan antara Kampung Cibinbin dengan Kampung Cileweung.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, longsor terjadi malam tadi dengan sebanyak dua kali, yakni pukul 22.00 WIB dan pukul 23.00 WIB.

Longsor ini terjadi di Kampung Cileuweung RT 13/7, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong.

Satu Vila dan Dua Bangunan Rusak Parah Diterjang Longsor di Bojong Timur Purwakarta

"Kami di Bojong Timur memang telah memiliki Satgas Bencana dan jauh hari sudah mengantisipasi hal seperti ini. Jadi, ketika ada kejadian kami langsung terjun bersama-sama gotong royong," ujarnya di lokasi, Sabtu (8/2/2020).

Wilayah Bojong, lanjut Dedi, memang masuk dalam zona merah terkait bencana longsor. Sehingga memang tim Satgas Bencana ini dipersiapkan dan dibentuk dengan di dalamnya berisi seluruh lapisan warga masyarakat.

"Saya apresiasi kepada perangkat daerah dalam menghadapi bencana semacam ini dan tampak sudah siap.

Memang tebing ini sudah kami petakan sebagai lokasi rawan longsor," ucap dia.

Dedi menyebutkan bangunan yang tertimpa longsoran ini, di antaranya balai pertemuan villa, musala, dan ruang santai vila.

Wilayah rawan longsor di Bojong, kata Dedi, tersebar di lima titik, semisal di RT 3 dan RT 6 yang memiliki banyak tebing tinggi.

"Paling rawan sih memang di lokasi ini," katanya.

Cerita Kios Buku Tjihapit, Dulu Banyak yang Jualan Buku di Cihapit, Kini Tinggal Bagja Seorang

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved