Terlibat Kasus Pengeroyokan, Lima Pemuda di Sukabumi Ditangkap Polisi

Polres Kota Sukabumi membekuk lima terduga pelaku pengeroyokan di Gang Sirna Kampung Babakansirna

Terlibat Kasus Pengeroyokan, Lima Pemuda di Sukabumi Ditangkap Polisi
sumsel.tribunnews.com
Ilustrasi kasus pengeroyokan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polres Kota Sukabumi membekuk lima terduga pelaku pengeroyokan di Gang Sirna Kampung Babakansirna RT 04/03, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kamis 6 Februari 2020.

Kelima terduga pelaku berinisial LSR (21), AD (25), I (17), AY (18) dan SR (22) diamankan Polisi karena terbukti mengeroyok BNS (23) dan SM (21), warga Benteng, Kecamatan Warungdoyong, Kota Sukabumi pada Selasa 4 Februari 2020, dinihari.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol S. Erlangga mengatakan, kelima terduga pelaku berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, mereka melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Akibatnya, BNS dan SM yang menjadi korban mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Syamsudin, Sukabumi.

"Kelima pelaku warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, mereka melakukan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam berupa golok terhadap dua pemuda asal Benteng, Warudoyong Kota Sukabumi," ujar Erlangga, saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020).

Saddil Ramdani Buka Suara Soal Gosip Merapat ke Persib Bandung, Ia Resmi Gabung Bhayangkara FC

Pengemudi di Jakarta Dorong dan Cekik Polisi, Ancam Rekan Petugas: Lu Viralin, Gue Cari Lu

Dikatakan Erlangga, peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat kelima terduga pelaku sedang berkeliling menggunakan sepeda motor.

Ketika melewati daerah Benteng, terduga pelaku mendengar teriakan "monyet" dari arah Gang Sirna Kampung Babakansirna.

"Mendengari teriakan tersebut, mereka (terduga pelaku) turun dari motor dan mencari asal suara itu, lalu mereka melihat di dalam gang ada yang sedang kumpul, sempat terlibat percekcokan sampai akhirnya terjadi penganiayaan," katanya.

Dari kelima terduga pelaku itu, ujar Erlangga, dua diantaranya yakni LSR dan AD diketahui menjadi eksekutor yang menganiaya korban, sementara yang lainnya sebagai joki.

"Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik. Satu korban sudah pulang ke rumahnya, satu masih dirawat di Rumah Sakit," ucapnya.

Erlangga mengatakan, saat ini para terduga pelaku sudah dilakukan penahanan dan diancam pasal berlapis.

"Pasal 170 Ayat 2 ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun, Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun, dan Pasal 169 ayat 1 dengan ancaman 6 tahun penjara," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved