Tanah Ambles di Majalengka

Tanah Ambles di Desa Ujungberung Majalengka Pernah Terjadi 2 Tahun Lalu

Peristiwa tanah ambles di Blok Desa Lama, Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka merupakan kali kedua terjadi.

Tribun Jabar/Eki Yulianto
Kondisi rumah warga yang rusak akibat amblesnya tanah pada 2018 lalu di Desa Ujungberung. Foto diambil Sabtu (8/2/2020). 

Laporan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Peristiwa tanah ambles di Blok Desa Lama, Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka merupakan kali kedua terjadi.

Peristiwa pertama, terjadi pada tahun 2018 lalu yang mengakibatkan 3 rumah hancur.

Kepala Desa Ujungberung, Aris Susanto menjelaskan, kejadian tanah ambles yang terjadi hari ini, mengingatkan dirinya pada peristiwa serupa pada dua tahun lalu.

BREAKING NEWS- Tanah Ambles di Desa Ujungberung Majalengka, 15 Rumah Warga Terancam

Kondisi tanah ambles mengancam 15 rumah warga di Blok Desa Lama, Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Sabtu (8/2/2020).
Kondisi tanah ambles mengancam 15 rumah warga di Blok Desa Lama, Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Sabtu (8/2/2020). (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Meski saat itu belum menjadi Kepala Desa, kejadian itu masih begitu teringat oleh warga yang mengakibatkan 3 rumah hancur.

"Ini kali kedua, waktu pertama tahun 2018 lalu yang buat 3 rumah hancur. Beruntung, tahun ini tidak ada rumah hancur dan korban jiwa," ujar Aris, Sabtu (8/2/2020).

Aris menyampaikan, kejadian tanah ambles tahun ini terjadi hampir di titik yang sama pada peristiwa yang pertama.

Oleh karena itu, dirinya khawatir akan terjadi ambles susulan yang terjadi.

"Untuk kejadian sekarang mah alhamdulilah tidak ada rumah warga yang hancur, namun kami merasa khawatir ada rumah warga sekitar area perbatasan dengan rumah warga itu sekitar 10-15 rumah yang terancam," ucapnya.

Masih dikatakan Aris, akibat kejadian amblesnya tanah yang berada di pekarangan belakang pemukiman warga itu, mengakibatkan panjangnya ambles yang sekitar 300 meter.

Selain itu, sekitar 20 centimeter tanah tersebut ambles dari titik dataran awal.

"Kejadian yang sekarang ada dua titik pergeseran, ya sekitar 15 hingga 20 centimeter lah bergeser ke bawahnya dari dataran tanah awal," kata Aris.

Dengan kejadian ini masyarakat diminta waspada, selain curah hujan yang tinggi,

amblesnya tanah mengakibatkan hanya berjarak 10 meter saja dari rumah yang paling dekat dengan titik amblesnya tanah.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved