Pakar Sebut WNI yang Bertempur untuk ISIS Bukan Lagi Warga Indonesia, Ini Penjelasannya

Dinna berkeyakinan WNI eks ISIS harusnya sudah tidak dianggap warga negara lagi lantaran sudah melakukan kejahatan yang fatal.

(ANTARA FOTO/AMAQ via SITE INTEL GROUP/Handout via REUTERS TV/cfo) via Kompas.com
Sekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID - Pakar dan Analis Hubungan Internasional, Dinna Wisnu, ditanya tentang status kewarganegaraan Warga Negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS.

Meski muncul anggapan WNI eks ISIS menjadi stateless atau tak punya kewarganegaraan, Dinna memilih untuk mempertanyakan sikap pemerintah.

Dinna berkeyakinan WNI eks ISIS harusnya sudah tidak dianggap warga negara lagi lantaran sudah melakukan kejahatan yang fatal.

Dilansir Tribunnews.com, hal itu diungkapkan Dinna dalam SATU MEJA THE FORUM unggahan YouTube KOMPASTV, Kamis (6/2/2020).

Dinna menjelaskan ISIS bukan sekadar teroris model lama seperti kasus bom Bali atau kasus terorisme lainnya.

Menurut Dinna, misi ISIS untuk membuat sebuah negara merupakan ancaman yang sangat serius bagi dunia.

"ISIS itu punya karakter teroris yang berbeda, selain dia tujuannya mengental menjadi satu negara Islam, dimana semua orang yang sudah menjadi relawan dia itu memang bertujuan menjadi komponen-komponen nanti yang membentuk suatu negara," terang Dinna.

Dinna menjelaskan ISIS secara sengaja melakukan pembunuhan besar-besaran, menginisiasi pemberontakan warga negara, hingga menyengsarakan anak-anak dan perempuan.

Bagi Dinna, ISIS adalah pelaku pelanggaran HAM tingkat global yang tak bisa disepelekan dan tak bisa diperlakukan seperti teroris pada umumnya.

Pembawa acara Budiman Tanuredjo menanyakan kemungkinan para WNI eks ISIS menjadi stateless.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved