Mayat ABG di Gorong Gorong

Organ Dalam Desi Sulistina Hilang, Penyebar Informasi Hoaks Ini Ditangkap Polisi

Tersangka mengakui perbuatannya, namun berkilah membut kabar itu untuk mengingatkan warga agar hati-hati.

Organ Dalam Desi Sulistina Hilang, Penyebar Informasi Hoaks Ini Ditangkap Polisi
TribunJabar.id/Firman Suryaman
Penemuan mayat Desi Sulistina (13) alias Delis, siswi kelas VII SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya yang ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolah, Senin (28/1/2020) sore masih menjadi misteri. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Seorang warga penyebar berita hoaks di media sosial terkait kasus kematian Delis Sulistina (13) alias Desi, siswi SMP Negeri 6, Kota Tasikmalaya, diamankan Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (6/2) petang.

Tersangka berinisial C (45) yang tinggal di Kecamatan Mangkubumi, diciduk jajaran Satreskrim di rumahnya.

Tersangka mengakui perbuatannya, namun berkilah membut kabar itu untuk mengingatkan warga agar hati-hati.

"Tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim. Tapi ia sudah mengakui perbuatannya," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto.

Anom mengatakan dalam uanggahan di media sosial facebook, tersangka menyebut mendapat informasi dari kepolisian bahwa almarhumah Delis merupakan korban penculikan dan organ tubuhnya diambil.

Disebutkan pula, agar ibu-ibu berhati-hati.

 Pilkada Indramayu 2020 Makin Panas, Keturunan Wiralodra XII Pun Daftar Lewat Partai Golkar

"Jelas ini menyesatkan dan membuat resah warga lainnya. Padahal seperti diketahui bersama, termasuk oleh kalangan jurnalis, bahwa jenazah Delis dalam keadaan utuh. Tidak ada organ yang hilang," kata Anom.

Jasad Delis ditemukan dalam gorong-gorong depan sekolahnya, Senin (27/1).

Saat itu pula C membuat postingan seolah-olah Delis korban penculikan dan organ jantung serta ginjalnya diambil.

Padahal jasad Delis saat berhasil diangkat utuh tak kurang suatu apa.

Puluhan warga pun menyaksikan kondisi jasad Delis saat berhasil dievakuasi.

Jasad dalam kondisi utuh. Tidak ada bekas luka robek atau operasi di bagian depan tubuhnya.

Akibat perbuatannya itu, tambah Anom, tersangka terancam hukuman penjara 2-10 tahun, sesuai dengan UU tentang tentang menyebarkan berita bohong dan meresahkan.

"Kami mengimbau warga agar bijak dalam berkomentar di media sosial. Kalau sifatnya meresahkan atau berbau fitnah, akan terjaring tindak pidana IT," ujar Anom.

 Punya Bayi Harus Disusui, Zikria Dzatil, Penghina Wali Kota Tri Rima di Facebook Minta Penangguhan

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved