Dua Titik Longsor Terjang Area Persawahan di Ngamprah KBB, Petani Dipastikan Gagal Panen

Longsor yang bersumber dari dua titik menerjang area pesawahan di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandu

Dua Titik Longsor Terjang Area Persawahan di Ngamprah KBB, Petani Dipastikan Gagal Panen
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi longsor di area persawahan Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Longsor yang bersumber dari dua titik menerjang area pesawahan di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (6/2/2020).

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (7/2/2020) di lokasi pertama, tanah longsor tersebut menutupi tanaman padi. Sementara di lokasi kedua, akibat longsor itu, tanaman padi terendam air sehingga dipastikan gagal panen.

Menurut warga sekitar, Dadang Hermawan (45), tidak ada yang mengetahui kejadian longsor pertama. Longsor diketahui terjadi pada dini hari.

Para petani baru mengetahui pada pagi hari.

"Tiba-tiba diketahui longsor itu sudah menutupi area persawahan beserta padinya. Jadi, akibat longsor ini pasti gagal panen baik yang di sini maupun yang terendam air," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Gerindra Akan Panggil Andre Rosiade Terkait Dugaan Menjebak PSK di Padang

Kondisi longsor di area persawahan Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kondisi longsor di area persawahan Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Longsor dengan ketinggian 20 meter dan panjang 100 meter tersebut, kata dia, terjadi karena kondisi tanah labil saat sawah kering belum ditanam padi dan sudah dalam kondisi retak-retak.

Kemudian turun hujan deras dan air meluap dari saluran irigasi.

"Jadi air itu masuk ke celah retakan sawah, setelah itu tanahnya tak mampu menahan air hingga akhirnya terjadi longsor dan menimbun sawah yang berada di bawahnya," kata Dadang.

Ia mengatakan, sawah yang diterjang longsor pada titik pertama itu mencapai 10 petak milik 4 orang petani dengan luas total mencapai 1 hekatare lebih, sedangkan itu di titik kedua dirinya tidak mengetahui secara pasti.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved