Kawanan Monyet Gasak Tanaman di Kebun, Warga Selamaya Ciamis pun Resah

Seminggu ini warga di Dusun Selamaya, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Ciamis, direpotkan oleh serbuan kawanan monyet

Kawanan Monyet Gasak Tanaman di Kebun, Warga Selamaya Ciamis pun Resah
Tribun Jabar/Andri M Dani
Petani di Dusun Selamaya, Desa Selasari Kawali, mengeluhkan serbuan kawanan monyet yang memakan dan merusak tanaman di kebun mereka, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Seminggu ini warga di Dusun Selamaya, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Ciamis, direpotkan oleh serbuan kawanan monyet yang menggasak tanaman di kebun maupun padi di sawah.

“Jumlah monyet tidak satu atau dua ekor tapi rombongan sampai belasan ekor,” kata Ratmi (50), warga Dusun Selamaya RT 05/03, Desa Selasari, kepada Tribun Kamis (6/2/2020).

Kamis siang tersebut Ratmi bersama suaminya, Aman (55), tengah menengok kebun mereka yang berlokasi di sisi saluran irigasi Selamaya bekas digasak kawanan monyet.

Lokasi kebun yang digarap Ratmi tersebut sekitar 1 km dari lokasi batu susun Batu Rompe yang kini viral.

 “Tamanan singkong dicabut, mantang (ubi ungu), jagung. Kawanan monyet itu juga makan cau (pisang). Tanaman kebun semuanya digasak. Semuanya diserbu, pare oge diguyang,” katanya.

Ratmi mengaku bingung serbuan kawanan monyet yang turun dari bukit tersebut terjadi di musim hujan, bukan hanya di musim kemarau.

Ratusan Monyet Ekor Panjang Masuk Permukiman di Desa Cibeureum dan Merusak Kebun Warga

Mengenal Surili, Monyet Pemakan Daun yang Terancam Punah, Pernah Jadi Maskot PON di Jabar

Hal yang sama juga diungkapkan Agus Cawing, tokoh pemuda dari Desa Selasari.

“Kebun petani di sekitar Sungai Cikadondong dan saluran irigasi Selamaya ini memang sering menjadi sasaran kawanan monyet. Sekali menyerbu, jumlah monyetnya memang banyak. Rombongan. Apapun jenis tanaman warga jadi sasaran kawanan monyet,” ujar Agus.

Menurut Agus, serbuan kawanan monyet terhadap tanaman warga  tersebut tidak ada kaitannya dengan ramainya orang yang berkunjung ke objek Batu Susun Batu Rompe selama sebulan terakhir.

“Sebelum batu susun Batu Rompe ramai dikunjungi selama sebulan terakhir, kawanan monyet di kawasan bukit ini memang sering turun menyerbu kebun warga,” katanya.

Kalau jumlahnya sudah banyak, kata Agus, warga terpaksa menggunakan petasan untuk mengusir kawanan monyet yang menyerbu kebun petani tersebut kembali ke hutan.

“Kalau sudah banyak kadang terpaksa diusir dengan bunyian petasan,” ujar Agus.

Ilham, kader konservasi dari BKDA Wilayah III Ciamis, menyebut kawasan hutan bukit di sekitar Batu Rompe baik itu yang masuk wilayah Desa Selasari (Kawali), Desa Sukaraharja, maupun Desa Cikupa (Kecamatan Lumbung) merupakan daerah lintasan satwa dari  hutan Gunung Sawal baik itu berupa kawanan monyet maupun meong congkok (kucing hutan).

“Sesekali kawanan monyer turun mencari makan ke kebun-kebun milik warga di sekitar Sungai Cikadondong ini. Dan di sekitar Batu Susun Batu Rompe ini juga  dihuni  kawanan monyet,” ujar Ilham.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved