BNI Beri Bantuan CSR Rice Milling Unit kepada Petani di Leles Garut

PT Bank Negara Indonesia kembali menyalurkan bantuan bagi para petani di Kabupaten Garut.

BNI Beri Bantuan CSR Rice Milling Unit kepada Petani di Leles Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
General Manager Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo bersalaman dengan Kepala Desa Leles, Kecamatan Leles saat penyerahan secara simbolis CSR RMU, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - PT Bank Negara Indonesia kembali menyalurkan bantuan bagi para petani di Kabupaten Garut.

Di awal tahun ini, BNI menyerahterimakan bantuan Rice Milling Unit (RMU) ke Pemerintah Desa Leles, Kecamatan Leles.

RMU merupakan alat penggilingan padi dari gabah basah menjadi beras. Dengan RMU, para petani lebih mudah untuk mengolah hasil pertanian.

General Manager Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo, mengatakan, dalam tiga tahun ini, BNI mulai aktif hadir di Garut untuk membantu para petani. Dimulai dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk mempermudah akses permodalan.

"Kami hadirkan pembiayaan KUR yang mudah dan murah. Mudah karena petugas dari BNI mendekati ke petani untuk menyalurkan KUR. Tak harus datang ke kantor," ucap Bambang saat serah terima CSR RMU di Desa/Kecamatan Leles, Kamis (6/2/2020).

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bandung, Haris Agus Handoko (tengah) didampingi Pimpinan BNI Cabang Garut, Asep Bahtiar (dari kiri) dan General Manager Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo menandatangani serah terima CSR RMU dengan Kepala Desa Leles, Kecamatan Leles, Kamis (6/2/2020).
Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bandung, Haris Agus Handoko (tengah) didampingi Pimpinan BNI Cabang Garut, Asep Bahtiar (dari kiri) dan General Manager Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo menandatangani serah terima CSR RMU dengan Kepala Desa Leles, Kecamatan Leles, Kamis (6/2/2020). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Setelah bisa mengakses modal dengan mudah, maka petani bisa bercocok tanam dengan lebih baik.

Hasil tani pun akan meningkat. Namun masalah lain yang muncul terkait penjualan hasil tani.

"Kami hadirkan RMU. Supaya petani, budidayanya bisa diolah oleh mereka sendiri. Petani tak perlu jual gabah di sawah. Kasih kesempatan jual langsung beras," katanya

RMU akan mengeringkan gabah basah hingga menjadi beras dan dikemas. Kapasitas pengolahan per harinya sebesar 10 ton dalam waktu 12 jam.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved