Banjir Masih Genangi Puluhan Rumah di Desa Leuweunghapit Majalengka

Banjir di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka akibat luapan sungai masih terjadi hingga Kamis (6/2/2020).

Banjir Masih Genangi Puluhan Rumah di Desa Leuweunghapit Majalengka
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Banjir terjadi di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Banjir di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka akibat luapan sungai masih terjadi hingga Kamis (6/2/2020) pagi.

Dibandingkan tadi malam, ketinggian air kini berangsur-angsur surut.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, banjir terjadi hampir di seluruh titik di desa setempat.

Selain merendam puluhan rumah di Blok Rabu dan Kamis, banjir juga masuk ke sejumlah rumah di Blok Senin di Dusun Cikamangi, Desa Leuweunghapit.

Warga Dusun Cikamangi, Carini (46) mengatakan air mulai meninggi dan masuk ke pemukiman sekitar pukul 22.00 WIB pada Rabu (5/2/2020).

Saat itu, lantaran hujan deras, ia sengaja belum tidur untuk mengantisipasi datangnya banjir.

Banjir di Desa Leuweiynghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (5/2/2020) malam. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Cilieum.
Banjir di Desa Leuweiynghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (5/2/2020) malam. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Cilieum. (eki yulianto/tribun jabar)

Dini Hari Tadi Sungai Cilieum Meluap, Desa Leuweuynghapit Majalengka Terendam Banjir Setinggi 60 Cm

Sungai Ciherang Meluap, Sejumlah Rumah di Pondok Salam Purwakarta Terendam Banjir

"Saya semalam lagi duduk di depan, soalnya hujannya lumayan deras, eh beneran banjir dan sampai sekarang belum tidur," ujar Carini, Kamis (6/2/2020).

Ia menambahkan, debit air yang masuk hingga ke dalam rumah, mencapai sekira 60 cm.

Saat pukul 03.00 WIB tadi, air telah mengalami penyusutan.

"Saya berharap banjir ini cepat surut, soalnya mengganggu aktivitas sehari-hari," ucapnya.

Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi menyampaikan, hujan di wilayahnya mulai sekira pukul 16.00 WIB, kemarin.

Akibatnya, ada sekitar 20 rumah yang terdampak hingga debit air masuk ke dalam rumah.

"Ada tiga blok di Dusun Cikamangi yang terendam, Blok Minggu, Senin, dan Blok Selasa. Ada juga di blok Rabu dan Kamis tapi tak sampai masuk rumah. Ada sekitar 20 rumah di dusun ini yang terkena. Ini akibat luapan dari sungai Cikamangi," jelas Didi.

Didi mengakui Dusun Cikamangi memang sering dilanda banjir. Selama awal 2020 saja, ucapnya, sudah empat kali terjadi bencana banjir.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved