Sabtu, 11 April 2026

Banjir Kembali Rendam Leuweunghapit, Kades Didi Aku Bosan Ajukan Proposal

Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi mengatakan, seringnya terjadi peristiwa banjir di desanya telah menjadi perhatian penting pihaknya.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
eki yulianto/tribun jabar
Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi 
 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Hujan lebat yang terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka pada Rabu (4/2/2020) sore hingga dini hari, membuat beberapa desa yang menjadi langganan banjir kembali terjadi.
Seperti di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka tepatnya di Dusun Cikamangi air luapan dari sungai Cikamangi menggenangi perumahan warga.
Bahkan, bukan hanya perumahan warga, banjir juga merendam puluhan hektar sawah di empat desa, seperti Desa Sukaweta, Ampel, Bantarwaru dan Desa Lojikobong, Kecamatan Sumberjaya.
Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi mengatakan, seringnya terjadi peristiwa banjir di desanya telah menjadi perhatian penting pihaknya.
Salah satunya, sudah seringnya melakukan pengajuan permohonan kepada Pemerintah untuk mengatasi banjir musiman ini.
Banjir di Desa Leuweiynghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (5/2/2020) malam. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Cilieum.
Banjir di Desa Leuweiynghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (5/2/2020) malam. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Cilieum. (eki yulianto/tribun jabar)
"Kalau bisa kami memohon agar dinas terkait yang dalam hal ini BBWS untuk melakukan normalisasi beberapa sungai dan perbaikan tambak limpas atau bendungan yang ada di Desa Ampel," ujar Didi, Kamis (6/2/2020).
Lanjut Didi, dari mulai pengajuan proposal hingga pengajuan di musrembang.
Namun nyatanya, sampai saat ini pengajuannya belum juga direspon.
Banjir terjadi di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/2/2020).
Banjir terjadi di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/2/2020). (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)
"Untuk mengatasi banjir ini, inginnya warga adalah pemerintah segera membangun TPT terusan sepanjang 1000 meter sepanjang sungai Cikamangi, serta perbaikan tambak limpas yang ada di Desa Ampel," ucapnya.
Dia menyebut, beberapa sunga seperti singa Cijaraka, singa Cikamangi dan sungai Cidenok, semuanya bermuara di bendungan Desa Ampel.
Sementara, bendungan di Desa Ampel, damparan pintu airnya sangat tinggi.
"Sehingga, manakala hujan lebat terjadi, air sungai Cikamangi tersebut terhambat lajunya menuju sungai Cimanuk. Buntutnya air sungai Cikamangi meluap dan merendam perumahan dan pesawahan milik warga," kata Didi.
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved