Lesbian di Rutan Perempuan Bandung

UPDATE: Lesbian di Rutan Perempuan Bandung, Tahanan Terindikasi Lesbi Dipindah ke Kamar Lansia

Penghuni Rutan Perempuan Bandung diminta mengenakan daster pasca-terungkapnya pelecehan seksual sesama jenis atau lesbian.

Tribun Jabar/Wahyudi Utomo
Ilustrasi - Penghuni Rutan Perempuan Bandung diminta mengenakan daster pasca-terungkapnya pelecehan seksual sesama jenis atau lesbian. 

"Saya tidak menyukai sesama jenis," kata Va.

Va divonis bersalah dan harus menjalani dua tahun penjara dalam kasus penipuan. Di lapas yang ia huni ini, kata Va, ia merasa lebih baik dibanding sebelumnya. "Sekarang saya fokus untuk menyelesaikan sisa hukuman," ujarnya.

Baru Dibangun

Rutan Perempuan Kelas IIa Bandung dibangun persis di sebelah timur Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Menempati lahan seluas 11.830 meter persegi, pembangunan rutan menelan dana Rp 25 miliar. Rutan ini dioperasikan pada Oktober 2019.

Napi Terindikasi Lesbian Dipindahkan ke Kamar Lansia, Ini Tujuannya

Rutan perempuan ini memiliki 16 kamar tahanan dengan kapasitas maksimal 224 tahanan. Ini berarti satu kamar dihuni maksimal 14 tahanan. Selain sel tahanan, rutan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk rumah dinas dan rumah ibadah.

Para tahanan diawasi oleh 48 petugas. Per 3 Februari 2020, jumlah warga binaan di rutan ini baru 124 orang, masih jauh dari kapasitas maksimalnya. Sebanyak 124 warga binaan terdiri atas 54 tahanan dan 70 narapidana. (tribunjabar.id/mega nugraha)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved