Pemprov Jabar akan Bangun Tempat Konversi Sampah Plastik jadi Bahan Bakar di Cekungan Bandung

Pemprov Jabar akan membangun tempat pengkonversian sampah plastik menjadi bahan bakar dalam skala industri.

tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Drainase di Jalur Keluar Tol Cileunyi Dipenuhi Sampah, Kotor Berbau Tak Sedap, 2 Minggu Dibiarkan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar akan membangun tempat pengkonversian sampah plastik menjadi bahan bakar dalam skala industri.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, rencana tersebut akan direalisasikan pada lima lokasi di wilayah cekungan Bandung, meliputi Bogor, Bekasi, Karawang, Tasimalaya dan sekitar wilayah Pantai Utara.

"Kalau rencana ini berhasil diterapkan sebelum tahun 2023, maka Jabar akan menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang punya sistem pengelolaan sampah plastik, semua bisa disedot ke situ," ujanya di Gedung Pakuan, Rabu (5/2/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil, dari kelima lokasi tersebut, kini terdapat dua lokasi wilayah yang paling siap untuk dibangun tempat konversi sampah plastik tersebut yaitu, Sarimukti dan Galuga (Bogor) pada tahun ini.

Aktivis Nilai DPRD Garut Antikritik, Gerah Gara-gara Kasus Korupsi Dana Pokir

Menurutnya, alasan dipilihnya TPA Sarimukti selain sebagai solusi belum selesainya TPPAS Legok Nangka, tetapi juga merupakan lokasi yang akan berdampingan sistem pengelolaan plastik.

Sedangkan, untuk Galuga, nanti akan ada dua sistem pengelolaan sampah plastiknya, pertama di tempat eksisting Galuga yang sekarang. Tempat kedua, berlokasi di Nambo yang merupakan tempat pengelolaan sampah bersama antara Kabupaten Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan.

"Nambo ini akan selesai akan dua tahun lagi antara November-Desember. Jadi akhir tahun ini kita akan punya waste to energy pertama yang mengubah sampah plastik menjadi pengganti batu bara," ucapnya.

Emil mengatakan, kalau urusan lancar, baik Sarimukti maupun Galuga maka durasi pengerjaan fasilitas plastik energi memakan waktu sekitar sembilan bulan.

"Mulai bulan ini akan segera digambar DED nya. Kita lihat yang duluan aja, apa Sarimukti atau Bogor fasilitas plastik energinya," ujar Emil.

Viral, Pesta Pernikahan di Depok Ini Dipenuhi Tamu tapi Tak Ada Makanan, Tahunya Pengantin Ditipu WO

Disinggung mengenai kapasitas sistem pengelolaan plastik tersebut, Emil menyebut, untuk Bogor dan Bandung Raya mampu mengolah sekitar 50 ribu ton per tahun. Sedangkan biaya sewa lahannya, sekitar Rp 750 miliar per lokasi atau 50 juta Euro.

Emil menambahkan, dengan kondisi saat ini, Provinsi Jabar membutuhkan tempat pengelolaan sampah yang cukup banyak. Hal itu, berdasarkan hasil studi pihak ITB. Apabila pengelolaan sampah menjadi energy di TPPAS Legok Nangka telah siap dan berhasil dengan maksimal, maka setengah permasalahan sampah selama ini telah terselesaikan.

"Jadi teorinya, kalau sampah di cekungan Bandung mau beres, maka harus ada waste to energy di Legok Nangka. Waste to energy kedua yang dikonversikan adalah Sarimukti yang sekarang penambahan lahannya sekitar 20-30 hektare melalui kerja sama dengan Perhutani," katanya

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved