Di Bandara Kertajati, Penumpang dari Luar Negeri Terdeteksi Suhu Badannya 37,5 Derajat

Mendapati alat tersebut berbunyi, ucap Nanang, penumpang di Bandara Kertajati tersebut langsung diobservasi sementara.

Di Bandara Kertajati, Penumpang dari Luar Negeri Terdeteksi Suhu Badannya 37,5 Derajat
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Dokter KKP Kelas II Bandung, Nanang Liouncu, di Bandara Kertajati Majalengka,┬áRabu (5/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Dokter Kantor Kesehatan Pelahuan kelas II Bandung, Nanang Liouncu, memastikan hingga hari ini penumpang yang mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tidak ada yang terjangkit virus corona, Rabu (5/2/2020).

Disampaikannya, seluruh penumpang Bandara Kertajati itu baik dari kedatangan internasional maupun domestik.

Diketahui, Bandara Kertajati telah menyiagakan alat thermal scanner di pintu masuk kedatangan penumpang luar negeri dan dalam negeri.

"Alhamdulilah hingga saat ini belum ada yang positif terkena virus corona, namun beberapa hari yang lalu salah satu penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas normal," ujar Nanang, Rabu (5/2/2020).

Nanang menjelaskan, penumpang itu tiba di Bandara Kertajati bersama rombongan jemaah umrah yang lain.

Ia terdeteksi ketika melewati alat pendeteksi suhu tersebut dengan suhu tubuh sebesar 37,5 derajat Celcius.

WNI di Singapura Positif Mengidap Virus Corona, Ini Respons Kemenkes

Jumlah Korban Meninggal Akibat Virus Corona Capai 409 Orang, Belgia Umumkan Kasus Pertama

"Suhunya mencapai 37,5 derajat, penumpang tiba dari Jeddah dan berasal dari Semarang, ia tiba dari Arab Saudi dengan jemaah umrah yang lain," ucapnya.

Mendapati alat tersebut berbunyi, ucap Nanang, penumpang tersebut langsung diobservasi sementara.

Selanjutnya, penumpang tersebut langsung diberi obat dan diizinkan melanjutkan penerbangan menuju kota asalnya.

"Hanya diobservasi sementara, kemudian dikasih obat, kita berikan kartu Health Alert Card (HAC) dan pasien langsung bisa pulang," kata Nanang.

Lebih jauh Nanang menyatakan, bahwa pasien yang telah diobservasi tersebut tetap dikontrol terus.

Pihaknya meminta semua data, khususnya history perjalanan selama 14 hari terakhir dari sang penumpang.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved