Bawang Putih yang Ada di Kota Bandung 90 Persen Diimpor dari Cina, Kasus Corona Bakal Berdampak

Kebijakan Menteri Perdagangan yang akan membatasi impor makanan dan minuman dari Cina, guna antisipasi

Bawang Putih yang Ada di Kota Bandung 90 Persen Diimpor dari Cina, Kasus Corona Bakal Berdampak
dok.tribunjabar
Bawang putih 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan Menteri Perdagangan yang akan membatasi impor makanan dan minuman dari Cina, guna antisipasi merebaknya Virus Corona (nCoV) di Indonesia dipastikan berdampak pada pasokan komoditas impor, khususnya bawah putih di Kota Bandung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, selama ini Kota Bandung mendapat banyak pasokan bawang putih dari Cina, jumlahnya mencapai 80 sampai 90 persen.

"Kebetulan yang diimpor dari Cina untuk makanan adalah bawang putih. Jumlahnya 80 sampai 90 persen. Sisanya 10 sampai 20 persen dipasok dari lokal di Indonesia," ujar Elly, saat dihubungi, Rabu (5/2/2020).

Selain dari Cina, kata Elly, memang ada sebagian bawang putih yang dipasok dari Kabupaten Bandung. Namun, jumlahnya tidak besar hanya sekitar 20 persen.

Sempat Viral, Wanita Alami Gangguan Jiwa yang Bawa Anjing Masuk Masjid Kini Divonis Bebas

Menurut Elly, kebutuhan bawang putih sementara dapat ditutupi dari petani di Kabupaten Bandung dan daerah lain, jika memang pasokan bawang putih asal Cina habis dipasaran.

"Memang sudah ada sentra bawang putih di Kabupaten Bandung. Tapi 80 persen sampai 90 persen masih dari Cina. Berharap lokal nanti bisa turut membantu pasar bawang putih," katanya.

Elly berharap, pemerintah pusat dapat membantu mencarikan solusi jika terjadi kekurangan pasokan bawang putih, akibat pengurangan impor dari Cina.

"Sepertinya pemerintah pusat akan cari jalan keluar, mungkin ada negara lain yang juga sama sebagai produsen bawang putih selain Cina," ucapnya.

Ridwan Kamil Pastikan 13 Warga Jabar yang Diobservasi di Natuna Sehat

Apalagi, sambung Elly, dalam waktu dekat akan segera memasuki bulan Ramadan, kemungkinan kebutuhan bawang putih akan meningkat dari bulan biasanya.

"Pemerintah pusat harus juga perhatikan bulan Ramadan, di mana komoditi pasar termasuk bawang putih bisa tidak habis dipasaran dan harga tetap terjaga," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved