Warga Gununghalu Terus Buru Anjing Hutan Pemangsa Puluhan Kambing Ternak
anjing hutan yang memiliki postur tubuh yang lebih besar daripada anjing pada umumnya itu meresahkan warga karena kerap memangsa kambing ternak.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, GUNUNGHALU- Perburuan anjing hutan oleh warga di Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus berlanjut.
Pasalnya, anjing hutan yang memiliki postur tubuh yang lebih besar daripada anjing pada umumnya itu meresahkan warga karena kerap memangsa kambing ternak.
Kambing-kambing di dalam kandang mati karena dicabik-cabik anjing hutan.
Selama tiga bulan terakhir atau sejak November 2019 hingga awal Februari 2020, puluhan kambing warga mati karena keganasan anjing tersebut. Warga pun harus ronda setiap malam untuk menjaga ternak mereka.
"Ada tiga ekor yang berhasil diburu warga, warnanya hitam dan coklat. Ada satu ekor yang kepalanya dipenggal dan dibawa Dinas Peternakan untuk diteliti di Lembang," ujar warga Desa Bunijaya, Gungun Sujatmika, saat dihubungi, Senin (3/2/2020).
• Kawanan Anjing Hutan di Gununghalu Balik Serang Manusia saat Akan Ditangkap, Sudah Mangsa 30an Domba
• Anjing Hutan Memangsa Kambing Warga di Bandung Barat Disebut Fenomena Langka
Selama melaksanakan ronda, kata dia, warga sekaligus memburu anjing tersebut hingga ke area hutan dan perkebunan yang jaraknya tak jauh dari permukiman.
"Kalau mendekat ke kandang ternak itu biasanya mereka dalam kawanan, jadi enggak sendiri-sendiri," katanya.
Menurutnya, saat ini skala teror anjing hutan tersebut sedikit berkurang, setelah warga lebih aktif melakukan ronda malam sebagai upaya pencegahan.
"Awal-awal mungkin warga masih syok, karena ternak yang dimangsanya sampai puluhan. Sekarang berkurang, paling hanya beberapa ekor saja," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anjing-hutan.jpg)