Iwa Karniwa Terjerat Kasus Meikarta

Terungkap, Aher Copot Iwa Karniwa dari Ketua BKPRD Jabar karena Terlalu Banyak Main Politik

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ‎pernah menjegal Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa dengan mencopotnya

tribunjabar/gani kurniawan
Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan proyek Meikarta dengan terdakwa mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (3/2/2020). Sebanyak tujuh orang saksi dihadirkan oleh jaksa dari KPK dalam persidangan tersebut, tiga diantaranya yakni, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ‎pernah menjegal Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa dengan mencopotnya dari Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jabar‎.

BKPRD Jabar melaksanakan tugas koordinasi penataan ruang di Provinsi Jabar. Ahmad Heryawan alias Aher mengatakan, semula BKPRD Jabar dijabat Iwa Karniwa sejak 2010 hingga 2017. Organisasi BKPRD Jabar dibentuk melalui keputusan gubernur.

"Kemudian pada 2017, saya mengganti Ketua BKPRD Jabar dari Pak Iwa  oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Ada alasan subyektif dibalik penggantian tersebut," ucap Aher sapaan akrabnya, saat jadi saksi di persidangan kasus penerimaan suap Rp 900 juta oleh Iwa Karniwa, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (3/2/2020).

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membacakan keterangan Ahmad Heryawan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ihwal pencopotan Iwa Karniwa sebagai Ketua BKPRD Jabar.

"Saya bacakan keterangan bapak Ahmad Heryawan di BAP. 'Karena pertimbangan integritas politik Pak Iwa Karniwa tidak ditunjuk Ketua BKPRD Jabar karena disinyalir sudah terlibat kampanye pencalonan untuk Pilkada Jabar. Sinyal pencalonan Pak Iwa semakin terang dengan adanya spanduk di berbagai tempat,'" ucap jaksa membacakan keterangan Aher di BAP penyidik.

Dony Pedro King of The King Bakal Tertangkap, Polisi Sedang Memburu, Klaim Punya Uang Ratusan Miliar

Aher yang duduk di kursi saksi membenarkan keterangannya di BAP.

"Iya benar memang itu salah satu alasan subyektif saya mengganti Pak Iwa ke Pak Deddy Mizwar sebagai Ketua BKPRD Jabar. Meskipun sejak Pak Iwa menjabat Ketua BKPRD Jabar tidak ada masalah lainnya," ucap Aher.

Kasus ini bermula saat Pemkab Bekasi mengesahkan Raperda RDTR. Untuk diundangkan, raperda itu perlu persetujuan substansi dari Gubernur Jabar.

Iwa diduga menerima Rp 900 juta dari dua ASN Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili dan dan Henry Lincoln.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved