Pemda KBB Bingung Kelola Lahan TPA Sarimukti Setelah 2023

"Justru sekarang pemerintah daerah termasuk anggota DPRD Komisi III (memikirkan) bagaimana (nasib) TPA Sarimukti setelah lepas," ujar Apung

Pemda KBB Bingung Kelola Lahan TPA Sarimukti Setelah 2023
istimewa
Kebakaran di TPA Sarimukti, 38 rumah bedeng dan 4 motor hangus terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih kebingungan terkait pengeloaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kecamatan Cipatat setelah masa kontrak habis pada 2023.

Setelah kontrak TPA Sarimukti habis, pembuangan sampah dari KBB, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung nantinya dipindahkan ke TPA Regional Legoknangka di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, meski TPA Sarimukti bukan kewenangan Pemkab Bandung Barat, pihaknya tetap harus memikirikan penggunaan lahan TPA Sarimukti setelah ditutup nanti.

"Justru sekarang pemerintah daerah termasuk anggota DPRD Komisi III (memikirkan) bagaimana (nasib) TPA Sarimukti setelah lepas," ujar Apung saat ditemui di Pemkab Bandung Barat, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, setelah TPA Sarimukti ditutup dan tidak aktif, seharusnya yang bertanggungjawab atas lahan tersebut yakni Pemprov Jabar karena jika dibiarkan dikhawatirkan bisa terjadi bencana.

DLH KBB Pastikan Pencairan Dana KDN TPA Sarimukti pada Januari Ini

3 Desa Terkena Dampak Negatif TPA Sarimukti, Pemkab KBB Baru Bayar Kompensasi Satu Desa

Apung mengatakan, saat TPA Sarimukti nanti sudah tidak aktif jangan sampai membebani pihak Pemkab Bandung Barat, meskipun lahannya berada di wilayah KBB, sehingga pengelolaannya perlu segera dipikirkan.

"Itu kan lahanya milik Perhutani, tapi mereka tidak akan mau tanggung jawab begitu saja ketika lahannya sudah tidak aktif, jadi Pemprov juga tidak bisa melepaskan begitu saja," katanya.

Seharusnya, kata Apung, ketika lahan TPA Sarimukti tidak aktif, bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya dijadikan tempat wisata edukasi.

Hal tersebut untuk antisipasi agar tidak terjadi bencana, seperti longsor sampah di TPA Leuwgajah pada tahun 2001 yang akhirnya bisa merugikan warga setempat.

"Harus ada jaminan bagi warga Bandung Barat di sekitar lokasi TPA Sarimukti, jadi harus dipikirkan kedepannya mau seperti apa," ucap Apung.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved