75 Persen Penyamak Kulit di Garut Tak Bertahan, Persaingan dengan Produk Luar Negeri Makin Berat

APKI Kabupaten Garut mencatat, saat ini jumlah penyamak kulit di Garut terus mengalami penurunan. Tinggal 25 persen penyamak yang masih bertahan.

75 Persen Penyamak Kulit di Garut Tak Bertahan, Persaingan dengan Produk Luar Negeri Makin Berat
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Salah seorang pekerja penyamakan kulit mengeringkan bahan baku kulit yang baru diberi pewarna di salah satu pabrik di Sukaregang, Jalan Sudirman, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (1/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut mencatat, saat ini jumlah penyamak kulit di Garut terus mengalami penurunan. Tinggal 25 persen penyamak yang masih bertahan.

Wakil Ketua APKI Garut, Sukandar, mengatakan, keberadaan penyamak terus berkurang karena harus bersaing dengan produk luar negeri.

Dari 400 yang terdata, kini tinggal 100 penyamak yang masih bertahan.

"Sebanyak 75 persen (penyamak) lainnya hidup segan mati tak mau. Masih ada tapi sulit untuk bertahan," ujar Sukandar, Sabtu (1/2/2020).

BELUM LIHAT Persib Bandung Vs Melaka United? Begini Jalannya Pertandingan Sampai Tuntas, Menag 3-1

Starting XI Persib Bandung vs Melaka United.
Starting XI Persib Bandung vs Melaka United. (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Menurutnya, saat ini penyamak kulit yang masih berjalan yakni perusahaan yang memiliki mesin pengolah kulit.

Para pengusaha masih bertahan karena tertolong oleh penyewaan mesin proses bagi para pelaku usaha kulit menengah ke bawah.

"Yang masih bertahan itu perusahaan besar yang mempunyai mesin saja. Kalau yang kecil, sekarang terancam gulung tikar," katanya.

Sukandar mengatakan, ada beberapa indikator yang menjadi penyebab menurunnya geliat usaha industri kulit di Garut. Di antaranya, peluang pasar yang sedang lesu akibat dampak persaingan pasar global.

Geoffrey Castallion dan Wander Luiz Buktikan Diri di Laga Persib Bandung vs Melaka, Ini Kata Robert

Aksi Geoffrey Castillion dan Wander Luiz bersama Persib Bandung di laga lawan Melaka United. (Foto: Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Aksi Geoffrey Castillion dan Wander Luiz bersama Persib Bandung di laga lawan Melaka United. (Foto: Tribun Jabar/Deni Denaswara) (Kolase Tribun Jabar)

Dengan adanya pasar bebas ini, produk kulit dari luar bisa masuk ke Indonesia. Selain itu banyaknya kulit sintetis yang harganya lebih murah banyak dijual di pasaran.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved