Feature

VIDEO-Bisnis Anti Rugi Jualan Barang Antik dan Seni, Tidak Laku Bisa Dinikmati Jadi Barang Koleksi

BISNIS barang langka atau antik itu bisnis anti rugi alias tidak ada ruginya. Itu yang dirasakan para penjual barang...

Mang Ucing pun punya cara agar barang-barangnya bisa terjual dan menguntungkan. Barang yang lama tidak terjual, kata Mang Ucing, bisa dijual murah,

kemudian membeli barang lain yang bisa dijual dengan harga mahal.

"Dengan cara itu saya masih bisa untung," kata Mang Ucing di tokonya di Pasar Nostalgia, Perumahan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (23/1/2020).

Mang Ucing mengaku pernah menjual sepeda motor seharga Rp 200 juta. Sepeda motor model JAP ini diperolehnya dari Jerman dengan harga Rp 120 juta.

Barang langka itu dikirim dari Jerman melalui jasa kurir.

"Laku 200 juta, untung bersihnya mencapai 60 juta, setelah dipotong biaya menghidupkan motor dan transportasi di Indonesia," kata Mang Ucing.

Tuti Bahar, penjual barang langka lainnya, mengaku tak pernah merugi menjual barang-barang langka khas Jepang. Menurutnya ada saja pembelinya.

Bahkan suaminya, kata Tuti, harus bolak-balik mencari barang-barang yang akan dijual ke Jepang dua bulan sekali.

Tuti mengaku bisa menjual piring merah, mangkok, dan barang langka khas Jepang lainnya. Harganya, katanya, bisa mencapai di atas Rp 1 jutaan.

"Harganya macam-macam ada yang sejuta, dua juta, lima juta. Barang-barang itu bisa mahal karena memang barang-barang tua," katanya di Pasar

Halaman
1234
Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved