Virus Corona Ancam Bandung

Sepekan Diobservasi Pasien yang Diisolasi di RSHS Dipastikan Negatif Virus Corona, Satu Sudah Pulang

Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS, dr. Yovita Hartantri Sp.PD-KPTI, mengatakan kondisi HGT sudah sangat baik.

Sepekan Diobservasi Pasien yang Diisolasi di RSHS Dipastikan Negatif Virus Corona, Satu Sudah Pulang
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Dirut RSHS dr. R. Nina Susana Dewi Sp.PK(K), Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS dr. Yovita Hartantri Sp.PD-KPTI, Wakil Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS dr. Anggraeni Alam, Sp.A(K). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DUA pasien yang hampir sepekan ini diobservasi di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, dinyatakan negatif virus corona.

Kepastian ini didapat menyusul keluarnya hasil pemeriksaan terhadap spesimen dua pasien tersebut di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) pada Kementerian Kesehatan RI.

"Alhamdulillah pada siang hari ini secara resmi RSHS sudah menerima hasil Tuan HGT dan Tuan HA, secara resmi negatif," kata Direktur Utama RSHS Bandung, dr. R. Nina Susana Dewi Sp.PK(K), dalam konferensi pers di RSHS Bandung, Kamis (30/1).

Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS, dr. Yovita Hartantri Sp.PD-KPTI, mengatakan kondisi HGT sudah sangat baik.

Demam, batuk, dan pileknya, kata Yovita, bahkan sudah hilang sebelum hasil pemeriksaan spesimennya diumumkan.

"Pasien HGT sudah dipulangkan kemarin sore, dengan pemeriksaan negatif. Pasien kedua (HA) juga negatif, dalam kondisi baik, walaupun masih pakai alat bantu napas," kata Yovita.

Yovita mengatakan, pasien kedua ini masih menjalani perawatan di ruang isolasi dan dalam pemantauan.

Namun, sejak dua hari lalu memang sudah stabil dan tidak ada demam. Sudah ada perbaikan kondisi kesehatan melalui foto dada.

"Soal kepulangannya, kami nanti akan adakan pertemuan dulu dengan tim untuk kelanjutan perawatannya seperti apa," kata Yovita.

HGT (35) dan HA (24) diisolasi di RIKK karena mengalami infeksi saluran pernapasan dan beberapa hari sebelumnya mengunjungi negara yang terpapar virus corona.

Kedua pasien dibawa ke RSHS, Minggu (26/1), dalam keadaan panas tinggi, sesak napas, dan batuk.

HGT tercatat sebagai warga negara Cina, sementara HA tercatat sebagai warga Kota Bandung.

HGT dirujuk dari RS Cahya Kawaluyaan, Padalarang, sementara HA dirujuk dari RS Santo Borromeus Bandung.

Yovita mengatakan, sudah sejak lama HA mengidap epilepsi dan sering berobat ke Singapura.(*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved