Minggu Kedua Februari Ini, Kereta Api Cibatu-Garut Bisa Beroperasi Komersial

Edi mengaku telah berkomunikasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Pada minggu kedua Februari, kereta api Cibatu-Garut sudah bisa uji coba.

Minggu Kedua Februari Ini, Kereta Api Cibatu-Garut Bisa Beroperasi Komersial
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sejumlah warga di Kecamatan Garut Kota memenuhi Stasiun Garut untuk melihat langsung kereta inspeksi milik PT KAI, Jumat (31/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Kereta inspeksi milik PT KAI jadi kereta api keempat yang datang ke Stasiun Garut dalam bulan ini. Jalur kereta api Cibatu-Garut harus terus diuji coba untuk ketahanan rel.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, menuturkan, kemungkinan untuk uji coba operasional akan diresmikan pada pekan kedua Februari.

Tak hanya warga yang bisa menggunakan kereta api, produk dari Garut pun bisa terangkut menggunakan kereta api.

"Nantinya bisa bablas ke Cibatu, Bandung, bahkan Jakarta. Kalau sudah uji coba itu, kami sambil tunggu perizinan dari Kemenhub. Kami berharap lebih cepat lagi," ujar Edi di Stasiun Garut, Jumat (31/1/2020).

Edi mengaku telah berkomunikasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Pada minggu kedua Februari, kereta api Cibatu-Garut sudah bisa uji coba.

Jalur rel Cibatu-Garut sudah terpasang di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Selasa (14/1/2020). PT KAI menargetkan uji coba kereta Cibatu-Garut pada akhir Januari.
Jalur rel Cibatu-Garut sudah terpasang di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Selasa (14/1/2020). PT KAI menargetkan uji coba kereta Cibatu-Garut pada akhir Januari. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Kereta Cibatu-Garut Segera Beroperasi, Ini Harapan Ridwan Kamil kepada Warga Garut

Kereta Api Cibatu-Garut Ditargetkan Beroperasi Awal Februari

"Selama tujuh sampai sepuluh hari (uji coba) setelah itu perizinan turun. Kami bsia operasikan secara komersial," katanya.

Untuk sementara, rel kereta Cibatu-Garut masih menggunakan satu jalur. Operasional kereta dalam sehari kemungkinan hanya empat perjalanan pulang pergi.

"Akan diatasi dengan panjangnya rangkaian. Pertama hanya delapan gerbong penumpang ditambah dya gerbong barang. Nanti mungkin bisa sampai 16 rangkaian," ucapnya.

Keberadaan kereta diakui Edi bisa meningkatkan perekonomian Garut. Potensi hasil bumi dan kerajinan di Garut sangat besar. Bahkan bisa jadi akan ada jurusan langsung dari Garut ke Jakarta.

"Bisa langsung ke Jakarta, tapi bersambung (dari Stasiun Cibatu). Kalau memang penumpang dari Garut ke Jakarta potensial atau besar, kamu buat dari Garut langsung (ke Jakarta)," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved