Breaking News:

Cegah Plagiarisme dan Jaga Orisinalitas Karya Ilmiah Penelitian, Unisba Gelar SPeSIA 2020

Untuk mengatisipasi plagiarisme dan menjaga orisinilitas artikel karya ilmiah penelitian para sivitas akademikanya Unisba gelar seminar SPeSia

Tribun Jabar/Cipta Permana
Salah seorang mahasiswa mempresentasikan hasil karya penelitiannya dihadapan peserta mahasiswa lainnya juga para dosen penguji dalam kegiatan SPeSIA Unisba 2020 di Kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (30/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Untuk mengatisipasi plagiarisme dan menjaga orisinilitas artikel karya ilmiah penelitian para sivitas akademikanya, Universitas Islam Bandung, (Unisba) memberikan pembekalan dan pemahaman terkait penulisan karya ilmiah.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan seminar penelitian nasional sivitas akademika (SPeSia) Unisba Gelombang I Tahun 2020.

Sebanyak 1.017 karya ilmiah dari berbagai sudut pandang bidang ilmu pendidikan dipresentasikan oleh para mahasiwa program pendidikan Sarjana, di hadapan para panguji.

Rektor Unisba, Prof Dr H. Edi Setiadi, SH MH mengatakan, dilaksanakannya kegiatan rutin tahunan, dengan tema kali ini "Tantangan Generasi Milenial Di Era Keterbukaan Informasi Publik" tersebut, merupakan tindak lanjut atau penerapan dari surat edaran Dirjen Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Nomor 2050/E/T/2011 tentang, kebijakan unggah karya ilmiah dan jurnal perguruan tinggi Nomor 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah.

Ridwan Kamil Tawari Unisba Bangun Kampus di Segitiga Rebana

Serta, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulanagan plagiat di perguruan tinggi, dan Nomor 22 Tahun 2011 tentang terbitan berkala ilmiah.

"Dari sana, kami pun kemudian memiliki kebijakan tentang keharusan setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda, untuk membuat dan mempresentasikan makalah ilmiah di acara SPeSIA-Unisba," ujarnya saat ditemui di Aula Unisba, Jalan Tamansari Bandung, Kamis (30/1/2020).

Melalui kegiatan ini, pihaknya terus berupaya untuk mendorong seluruh mahasiswa dan sivitas akademika lainnya, untuk mampu menghasilkan inovasi dari setiap penelitian yang telah di lakukan.

Khususnya yang berkaitan dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 bahkan society 5.0, sesuai dengan program studi yang digelutinya selama ini.

"Kegiatan pembekalan ini sudah berlangsung lama, dan hasilnya pun sudah di publikasikan secara online dalam prosiding juga SINTA, dan juga setiap karya ilmiah ini sudah di uji tingkat plagiarismenya melalui software bernama Turnitin, yang selama ini belum ada komplain dari pihak manapun. Artinya para mahasiswa kita ini betul-betul melakukan orisinilitas penelitian, yang sesuai dengan kaidah penelitian," ucapnya.

Hadapi Industri 4.0 dan Jadikan Ternama di ASEAN, Fakultas Kedokteran Unisba Tingkatkan Kualitas

Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba yang juga menjadi pembicara utama dalam kegiatan seminar tersebut, Prof. Dr. Atie Rachmiatie MSi.

Dkatakannya, tantangan generasi milenial di era kemajuan informasi, komunikasi dan teknologi seperti saat ini adalah bagaimana generasi tersebut, mampu menjadi manusia pembelajar, yang dapat merespon berbagai peluang dan permasalahan yang ada di sekitarnya, serta mencari solusi dari permasalahan tersebut melalui ide atau karya kreatif dan inovatif.

"Maka, generasi milenial saat ini telah dituntut untuk mampu menghadapi berbagai permasalahan, memetakan konflik, juga daya saing, serta mencari jalan keluar untuk mengatasi tantangan tersebut melalui cara dan pemikiran yang out of the box atau kreatif dan inovatif," ujarnya dil lokasi yang sama.

Tantangan lainnya di era keterbukaan informasi publik yang terangkum dalam Pentahelix yaitu, mengatasi dan mengantisipasi terkait masifnya penyebaran informasi bohong atau hoax yang kerap terjadi di kalangan generasi milenial.

"Upaya pencarian solusi terkait mengatasi masifnya penyebaran hoax tidak dapat diselesaikan dengan mengedepankan ego sektoral. Tapi menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, baik itu pemerintah, akademisi pendidikan, komunitas masyarakat, perusahaan, dan media untuk sama-sama bersatu membangun kebersamaan dan pembagunan melalui kemampuan literasi bagi kemajuan bangsa," katanya (cipta permana).

Persib Dilarang Minta Maaf Jika Kalah, Pencarian Pemain Terus Dikritisi, Ini Apa Kata Bobotoh Kamis

Persib Dilarang Minta Maaf Jika Kalah, Pencarian Pemain Terus Dikritisi, Ini Apa Kata Bobotoh
Persib Dilarang Minta Maaf Jika Kalah, Pencarian Pemain Terus Dikritisi, Ini Apa Kata Bobotoh (Kolase Tribun Jabar)
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved