Sebelum Ada Terowongan Nanjung, Luas Genangan Capai 490 Ha, Kini 80 Ha
Selain melakukan peresmian, akan dilaksanakan juga penandatanganan kontrak hasil tender dini tahun anggaran 2020.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, NANJUNG - Hari ini (29/1/2020), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo direncanakan akan meresmikan Terowongan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Berbagai persiapan telah dilakukan di sekitar lokasi peresmian Terowongan Nanjung.
Selain melakukan peresmian, akan dilaksanakan juga penandatanganan kontrak hasil tender dini tahun anggaran 2020.
Pada Selasa (28/1/2020) malam, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljoni sudah meninjau langsung ke Terowongan Nanjung untuk melihat persiapan peresmian.
Saat meninjau, Basuki menjelaskan bahwa manfaat pembangunan Terowongan Nanjung ialah, sebelum ada terowongan, luas genangan mencapai 490 Ha tahun 2016.
Setelah ada terowongan, luas genangan berkurang menjadi 80 Ha.
"Lama genangan sebelum ada terowongan di Dayeuhkolot bisa sampai 40 jam, Baleendah 11 hari pada April 2019, dibandingkan saat terowongan sudah dibangun, lama genangan di Dayeuhkolot selama 11 jam dan di Baleendah selama lima hari," kata Basuki, Selasa (28/1/2020) malam.
Basuki juga menjelaskan bahwa banjir yang menggenangi Baleendah atau Muara Sungai Cisangkuy pada 17 Desember 2019, hujan satu hari dan menyebabkan genangan bisa surut dalam lima jam.
Terowongan Nanjung tersebut berdiameter 2 meter x 8meter dan panjang terowongan masing-masing 230 meter. Sementara kapasitas debit persatu terowongan ialah 350 meter kubik per detik.
Hingga pukul 08.00 WIB, berbagai persiapan masih dilakukan di lokasi peresmian.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kondisi-terowongan-nanjung-kabupaten-bandung-sebelum.jpg)