Breaking News:

Tangani Pasien Terjangkit Virus Corona, Pemerintah China Akui Kekurangan Alat Medis

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Kepala Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, dalam konferensi pers.

EPA-EFE/STR via Kompas.com
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. 

Namun, Direktur Pusat Kesehatan Institut Penyakit Menular Xu Jianqing, sprai tersebut tak bisa digunakan mengingat belum mendapat persetujuan.

Penularan lewat kontak fisik jarak dekat

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China membeberkan laporan manajemen risiko berdasarkan 2.744 kasus yang terinfeksi virus corona pada Minggu (26/1/2020).

Dalam laporan yang dirilis Senin (27/1/2020), badan itu menyebut penularan utama virus Wuhan itu melalui pernapasan serta kontak fisik.

Dalam laporan itu, virus corona tersebut sangat menular, dengan jumlah reproduksi (rerata kasus yang mengalami peningkatan) berada di angka 2-3.

"Saat ini, belum ada bukti sahih yang menyatakan bahwa penyakit itu dapat menular selama masa inkubasi," terang badan pengendalian penyakit.

Lembaga itu memaparkan, ada kemungkinan jumlah orang yang tertular, baik di Wuhan maupun Provinsi Hubei, meningkat karena transimisi komunal.

Dalam laporan itu, dikatakan rasio orang yang terinfeksi dari pria ke perempuan mencapai 1,16:1, dengan 0,6 persen yang tertular berusia di bawah 15 tahun.

Kemudian 16,8 persen pasien sudah mengalami pneumonia, dengan tingkat kematian tidak kurang dari tiga persen, jelas lembaga itu.

Pakar unit penyakit menular di Rumah Sakit Ditan Li Xingwang berkata, pasien dengan level infeksi ringan bisa pulih dalam waktu sepekan.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved