Kenali Gejala dan Penanganan Kanker Darah

KANKER darah atau biasa disebut leukemia bukanlah penyakit yang asing bagi masyarakat

Kenali Gejala dan Penanganan Kanker Darah
istimewa
Santosa Hospital 

TRIBUNJABAR.ID,- KANKER darah atau biasa disebut leukemia bukanlah penyakit yang asing bagi masyarakat. Kasusnya juga cukup banyak terjadi di Indonesia termasuk di Jawa Barat. Meski begitu, gejalanya seperti rasa lelah atau lemas, kehilangan selera makan, berat badan menurun, sering infeksi kerap diabaikan. Setelah mengalami pendarahan atau memar barulah seseorang memeriksakan diri ke dokter. Padahal gejala-gejala seperti diatas perlu dicermati agar penanganan sejak dini bisa segera dilakukan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Internis Konsultan Hematologi-Onkologi Medik Santosa Hospital Bandung Center, dr Fifi Akwarini Sp PD KHOM mengatakan, kanker darah adalah kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel-sel darah, termasuk sumsum tulang.

Santosa Hospital
Santosa Hospital (istimewa)

"Kanker darah adalah kanker jaringan pembentuk darah termasuk sumsum tulang, dimana pembentukan sel darah putih berlebihan, sehingga menganggu sel darah merah dan trombosit (sel yang berperan dalam proses pembekuan darah)" kata dr Fifi ditemui di Poli Penyakit Dalam Santosa Hospital Bandung Center Jalan Kebon Jati Bandung, belum lama ini.

Penyakit ini tidak mengenal usia, semua orang bisa terkena kanker darah atau mulai dari bayi hingga orang dewasa. Karena siapa saja bisa terkena, orang yang sudah terserang kanker darah akan mengalami gejala yang berbeda-beda atau tergantung denga kanker darah yang diidap.

Namun ada sejumlah gejala umum yang perlu diwaspadai, apalagi bila gejala tersebut terus menerus dialami seseorang. Gejala tersebut antara lain, rasa lelah atau lemas, kehilangan selera makan, dan berat badan menurun. Selain itu, gejala lainnya adalah pegal atau nyeri sendi pada tulang, demam, muncul bintik-bintik merah pada kulit, mudah mengalami pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah atau memar, hingga muncul infeksi parah serta pembengkakan pada limpa dan kelenjar getah bening.

"Gejala kanker darah berupai mudah lelah, nyeri tulang, pucat, atau mudah berdarah : gusi berdarah, mimisan, bintik-bintik merah atau memar di kulit yang tidak kunjung membaik. Sebaiknya bila sudah ada gejala atau tanda di atas segera datang ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter," katanya.

Untuk penyebab dari kanker darah sendiri masih terus diteliti. Dari sejumlah penelitian, penyebabnya bisa karena mutasi gen, yaitu perubahan dalam DNA yang mengubah sel-sel darah yang sehat menjadi kanker. Faktor lainnya bisa karena terpapar polusi, zat kimia, atau radiasi, dan bisa pula karena infeksi virus tertentu.
Namun juga ada pasien yang terkena penyakit ini karena memiliki kecenderungan genetik yang mudah terkena kanker atau faktor turunan di mana keluarga omemiliki riwayat penyakit ini. "Namun saat ini, kanker darah bisa mengenai siapa saja," katanya.

Untuk itulah, masyarakat perlu mewaspadai gejala tersebut karena kanker darah atau leukemia bisa bersifat akut yakni kondisi seseorang bisa memburuk secara cepat. Namun ada juga leukemia kronis yang perjalanan penyakitnya lambat.

Empat jenis leukemia yang kerap ditemui: Leukemia Mieloblastik akut, Leukemia Limfoblastik akut, Leukemia Myelositik Kronik, dan Leukemia Limfositik Kronik. Leukemia akut lebih sering terjadi pada ada anak-anak dan mempunyai harapan yang lebih baik, sedangkan leukemia kronis lebih sering mengenai orang dewasa," katanya.

Untuk pengobatan, disesuaikan dengan kondisi pasien, pasien bisa diterapi dengan kemoterapi, terapi target, bahkan ada yang harus melakukan transplantasi sumsum tulang atau istilahnya stem cell. Di Santosa Hospital Bandung Center, kemoterapi merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.

"Pengobatan kanker darah akan dilakukan setelah pasien mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut karena pengobatan juga tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis leukemia, dan organ apa yang sudah terkenai," katanya.

Menurut dr Fifi, pengobatan bisa membantu penyembuhan pasien bila ditangani sejak dini terutama pada pasien anak-anak. Leukemia akut perlu diwaspadai karena gejalanya sangat cepat dan berbahaya, sedangkan leukemia kronis gejalanya perlahan dan bila diobati dengan benar memiliki harapan hidup yang panjang.

Walaupun bisa menyerang siapa saja, bukan berarti seseorang bisa dengan mudah terkena penyakit kanker darah. Untuk mencegahnya, pola hidup sehat harus diterapkan seperti komsumsi makanan yang seimbang, tidak mengkonsumsi makanan kalengan (makanan instan yang dikemas dalam kaleng), dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang menggunakan bahan pengawet, olah raga, dan istirahat yang cukup.(siti fatimah)

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved