APBD Tak Mampu Biaya Renovasi Bangunan Sekolah Rusak, Pemkab KBB Andalkan CSR

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, dari total 716 SD di KBB, sebanyak 2.638 ruang kelas mengalami rusak ringan, 679 ruang kelas rusa

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi SDN Gudangkahuripan III yang atapnya ambruk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak mampu merenovasi ratusan bangunan sekolah rusak terutama bangunan Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, dari total 716 SD di KBB, sebanyak 2.638 ruang kelas mengalami rusak ringan, 679 ruang kelas rusak sedang, dan 811 ruang kelas rusak berat.

Merujuk data tersebut, Pemkab Bandung Barat harus menggandeng sejumlah perusahaan untuk merenovasi bangunan sekolah dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) karena APBD terbatas.

Dinkes Kabupaten Cirebon Temukan 4 Orang yang Melakukan Kontak dengan Pasien Suspect Virus Corona

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengakui, jika dana APBD tak cukup untuk merenovasi semua bangunan sekolah itu.

"Kalau untuk renovasi sekolah kesuluruhan gak mungkin, gak kuat kita. Jadi terobosannya ya ngambil CSR, disamping dari bantuan provinsi dan Dana Alokasi Khusus (DAK)," ujarnya saat ditemui usai peresmian renovasi SDN Ciampel dan SDN Cimerang, Selasa (28/1/2020).

Hingga saat ini, pihaknya juga masih menunggu CSR dari perusahaan lain setelah renovasi SDN Ciampel dan SDN Cimerang dengan menggunakan dana dari CSR karena masih banyak bangunan sekolah yang harus direnovasi.

"SD di kita ada sekitar 700, masih banyak yang harus direnovasi. Ini kepedulian, tapi kita minta dan ajukan (CSR) sudah ada beberapa yang direnovasi," katanya.

Pengelola Pastikan Hewan di Kebun Binatang Bandung Bebas Virus Corona

Menurutnya, untuk memperbaiki satu ruang kelas yang rusak membutuhkan dana sekitar Rp 100 juta lebih, karena dengan dana sebesar itu bangunan sekolah bisa diperbaiki secara maksimal.

Untuk ke depan, pihaknya berharap ada kepedulian dari perusahaan lokal maupun perusahaan nasional yang bisa berbagi untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang ada di KBB.

"Ini kan untuk kepentingan umum, kepentingan anak-anak sekolah. Mudah-mudahan tambah banyak lagi perusahaan yang mau membantu," ucap Aa Umbara.

Keluarga Korban Penculikan dan Pencabulan di Cianjur Butuh Bantuan, Tak Bisa Biayai Persalinan

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved